Tak Diperhatikan, Disabilitas Pidie Curhat ke Dewan

AUDIENSI : Ratusan penyandang cacat di Pidie aundiensi dengn Ketua dan Wakil DPRK Pidie, saat unjuk rasa di Gedung Dewan Kota Sigli, Senin (3/12). (zian mustaqin/rakyat aceh)

SIGLI (RA) – Seratusan penyandang disabilitas Kabupaten Pidie melakukan aksi dengan cara berjalan kaki dari alun-alun Kota Sigli, menuju lokasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie.

Didampingi LSM Paska mereka menggelar aksi menuntut dewan rakyat menampung aspirasi sebagai masyarakat berkebutuhan khusus agar diperhatikan. Kehadiran mereka disambut disambut langsung Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR dan Wakilnya Jamaluddin SP, Senin (3/12).

Koordinator Paska, Farida, pada wartawan mengatakan selama ini Pemkab Pidie dinilai kurang perhatian kepada para penyandang cacat. Seperti pelatihan keterampilan, insfrastuktur pendukung pergerakan mereka dan juga modal usaha agar mereka dapat hidup dan bekerja secara mandiri.

“Mereka punya hak yang sama seperti masyarakat umumnya, namun selama ini nasib mereka di kesampingkan. Pemkab harus lebih perhatian kepada mereka sehrusnya,” kata Farida. “Kebutuhan itu yang belum diterima para penyandang disabilitas,” ujar Farida.

Ketua DPRK Pidie, Muhahammad AR, mengatakan akan menindaklanjuti semua tuntutan tersebut, sesuai dengan kemampuan anggaran Kabupaten Pidie. Selain anggaran, sinergisitas dari antara legislatif dan eksekutif untuk mensingkronkan kebutuhan para masyarakat berkebutuhan khusus.

“Kami akan menindaklanjuti semua tuntutan, tapi jangan sendiri-sendiri, karena bukan masalah didaerah saja, tapi seluruh dunia, jadi anggaran nasional juga harus memikirkan masyarakat disabilitas ini. Ini tanggung jawab semua, tidak bisa berjalan hanya Dewan saja,” Pungkasnya. (zia/min)