Gemifest Arung Jeram Gagal Terlaksana

Net

KUTACANE (RA) – Satu dari dua kegiatan Gayo Alas Mountain International Fest 2018, diselenggarakan di Aceh Tenggara, gagal terlaksana. Seperti dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Kadisparpora) Aceh Tenggara, Zulkifli SPd.

“Akhir bulan lalu kita telah menerima surat pembatalan tidak diselengarakan festival arung jeram, di Kutacane dari pihak Dinas Olahraga Provinsi Aceh,” kata Zulkifli, Rabu (12/12).

Menurut Zulkilfi, kegiatan dibiayai dengan Dana Otonomi Khusus Aceh, adapun pagu anggaran untuk kegiatan wisata arung jeram, mencapai Rp500 Juta. Namun, pembatalan kegiatan ini pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Dikarenakan semua kegiatan diselenggarakan oleh pihak Dinas Olahraga Provinsi Aceh.

“Paket ini sudah dua kali tayang di LPSE, namun tidak ada pemenangnya dan dibatalkan dengan alasan kegiatan tidak bisa terkejar lagi,” terangnya.
Adapun satu kegiatan Gemifest terlaksana Festifal Leuser Agara, diselenggarakan di Lapangan Ahmad Yani, Kutacane.

FAJI Kecewa
Tidak terlaksana kegiatan arung jeram di Aceh Tenggara, mendapat respon anggota pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Tenggara, MHD Hanafiah.

Pihaknya menuding pihak provinsi Aceh tidak profesional dalam mengelola kegiatan festival tersebut.

“Padahal ini kesempatan besar bagi Aceh Tenggara untuk memperkenalkan wisata arung jeram. Kita menduga panitia kegiatan Gemifest 2018 ini tidak Profesional,” katanya.

Menurutnya, obyek wisata arung jeram/rafting di Sungai Alas sangat menarik, jeramnya yang menantang gelombangnya mencapai grade tiga atau empat.

“Kita menyayangkan pembatalan kegiatan ini, padahal Gubernur Aceh sangat komit dengan kegiatan ini dalam rangka memajukan wisata daerah, namun kenyataan dilapangan malah sebaliknya,” terangnya. (val/bai)