Infrastruktur Lima Kecamatan Rusak Diterjang Banjir

DATA KERUSAKAN : Tim BPBD Bireuen mendata dampak kerusakan ekses terjangan banjir yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Bireuen. (for rakyat aceh)

BIREUEN (RA) – Sejumlah rumah dan beragam infrastruktur di lima kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, rusak dampak terjangan banjir, akibat tingginya intensitas hujan, yang terjadi Sabtu (15/12) lalu.

“Banjir luapan hari sabtu kemarin melanda lima kecamatan yakni Jeunieb, Peudada, Jumpa, Kota Juang dan Juli,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen Muhammad Nasir,Sp.,MSM ditanyai Rakyat Aceh, Senin (17/12) pagi.

Dijelaskan korban material dampak banjir tersebut antara lain amblasnya tembok penahan tanah sayap jembatan dan badan jalan Bireuen-Takengon Km 9,5 Desa Bale Panah Kecamatan Juli. 15 meter tanggul saluran sekunder Irigasi (BPG) Pante lhong II patah Juli Keude Dua Kecamatan Juli.

Kemudian talut saluran sekunder jaringan irigasi desa patah 15 meter, di Batee Raya Juli. Tanggul saluran waduk Peuraden patah, di Keude Tring Juli. Talut bahu badan jalan patah/ambruk 50 meter di Bate Raya Juli. Ramco/gorong-gorong alur/anak sungai putus 25 meter di Bunyot Juli.

Badan jalan pengerasan desa amblas 30 meter di Simpang Mulia Juli. Tertimbun tanah longsor badan jalan 40 meter di Desa Salah Sirong Jaya Jeumpa. Talut saluran dan badan jalan pasar induk patah dan ambruk 35 meter di Geulanggang Gampong, Kecamatan kota juang.

Selain itu juga satu unit box culvert 2×6 meter ambruk di Cot Kruet Peudada, satu box culvert 2×5 meter ambruk di Pinto Rimba Peudada. Tanggul bendungan waduk Paya Sikameh patah 30×12×6 meter di Blang Rangkuluh Peudada.

Lalu 150 meter tanah longsor tertutup badan jalan dan 40 meter jalan putus akibat digerus banjir juga 20 meter jalan putus total akibat digurus banjir di Desa Ara Bungong Peudada. Satu jembatan 10×5 meter ambruk di Seunebok Rawa Peusangan.

Sedangkan kerusakan rumah warga yakni satu unit rumah terancam longsor bagian dapur milik Taufik Agani (45) tanggungan 4 orang di Desa Juli Beunyot Kecamatan Juli. Satu unit rumah kayu rusak ringan tergurus air bahagian dapur milik Yusri (60) tanggungan 3 orang di Beunyot Juli.

Satu unit ruko semi permanen ambruk/longsor kondisi rusak berat milik Mustafa Hasballah (58), tanggungan 5 orang di Bale Panah Juli. Satu unit rumah tergerus air rusak ringan milik Nuraini Matsyah (70) dan satu rumah tergerus air rusak ringan milik Isa Idris (40) tanggungan 2 orang di Beunyot Kecamatan Juli.

Kemudian satu unit rumah tergerus air rusak ringan bagian dapur milik Tirahmat (75) dan satu rumah tergerus air rusak ringan bagian dapur milik Marzuki (31) tanggungan tiga orang, juga satu rumah longsor rusak sedang di samping rumah Muhammad Ansuri (44) tanggungan 5 orang di Simpang Mulia Kecamatan Juli.

Di Desa Bate Raya satu rumah rusak ringan tergerus air milik Khaidir Husaini (40) tanggungan 5 orang, satu rumah rusak ringan bagian dapur milik Sapiah Hasan (65) dan satu kios kayu tergerus air rusak sedang milik Rusli Yusuf (48) tanggungan 5 orang di Bate Raya Juli.

Selanjutnya satu rumah tertimpa pohon tumbang bagian dapur rusak ringan milik Ti Aisyah (70) dan satu unit kilang padi, atap diterpa angin rusak ringan milik M Gade (50) di Juli Meunasah Supeng. Satu unit tempat usaha batu-batu bata milik Hamzah dan Aziar di Desa Juli Seutuy.

Selain itu satu unit rumah tergerus air rusak ringan bagian dapur milik Eda Wati (40) tanggungan 2 orang Desa Bireuen Meunasah Capa Kota Juang. Satu rumah tergerus air rusak ringan milik Muhammad Sulaiman (60) tanggungan 6 orang dan satu rumah kayu rusak ringan di dapur milik Abdullah Maddan (49) tanggungan 6 orang di Desa Cot Kruet Peudada.

Kalaksa BPBD menambahkan kondisi mutakhir sudah tidak ada lagi warga yang mengungsi, insfrastruktur berupa jalan, jembatan, tanggul irigasi rusak telah terdata dan valid. Gampong terimbas banjir saat ini sudah pulih dan normal kembali.

“Untuk jembatan dan jalan negara Bireuen-Takengon segera ditangani balai dan upaya yang dilakukan Pemda sarana serta prasarana yang rusak segera diperbaiki sesuai dengan kondisi,” terang Muhammad Nasir.

Sementara terkait penanganan kerusakan dampak banjir tengah dilaksanakan saat ini. Perbaikan tanggap darurat yang lagi dilakukan BPBD yakni jembatan darurat 12 meter dan 200 meter jalan amblas di Desa Sarah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa.

Untuk jalan amblas itu karena berada ditepi jurang, maka harus digeser dengan membelah tebing bukit disekitar. Juga lagi dibangun jembatan darurat di Cot Kruet 9 meter. “Tanggul waduk Paya Sikameh saat itu baru kita tangani dua hari sudah patah lagi kena banjir dan kita tangani ulang,” jelasnya.

Sedangkan untuk penanganan kerusakan oprit jembatan di Blang Bati Peudada dan tebing juga oprit jembatan di Km 9.5 Juli lintas Bireuen-Takengon, BPBD melakukan koordinasi dengan dinas teknis dan pihak berwenang, tandasnya. (rah/min)