Pengrusak Meja Kantor Desa Dilapor Polisi

Meja dan kursi yang di rusak Irfan Pohan dan Hamdani. Rakyat Aceh

SINGKIL (RA) – Irfan Pohan dan Hamdani, warga Tugan, Kecamatan Simpang Kanan terpaksa berurusan dengan polisi karena dilaporkan telah melakukan pengerusakan terhadap meja dan kursi kantor desa.

Kejadian pengerusakan dilapokan oleh Kepala Desa, Kadik LB (46). Pengerusakan aset desa itu terjadi Rabu (12/12), terlapor datang ke kantor desa menanyakan terkait tanah wakaf yang di desa tersebut.

Hal itu dibenarkan Irfan, saat di jumpai Rakyat Aceh di Kantor Polsek pasca kejadian. “Saya datang ke kantor desa, di situ ada Sekdes atas nama Khalis, menanyakan bagaimana kejelasan tanah wakaf yang sudah lama di tinggali warga di samping kantor desa ini, kini yang bersangkutan malah sudah menanam tanaman tua,” tanyanya.

Pertanyakan saya di jawab dengan nada tidak enak. “Tidak urusanku itu. Begitu jawabannya saat itu. Sontak saya emosi sehingga beginilah jadinya berurusan dengan kepolisian,” jelasnya.

Terpisah Iptu All Bella D Pane, Kapolsek Simpang Kanan, Minggu malam (16/12) mengatakan, terlapor sudah menjadi tersangka berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan.
Kata dia, pelapor dikenakan pasal 406 KUHPidana, tentang pengrusakan barang pidananya dua tahun delapan bulan penjara.

Kata dia, pelapor dan pihak terlapor saat itu mengadakan jalur damai. Sementara Kadik sebagai pelapor mengatakan pihaknya tidak ada niat damai. “Kita tidak ada niat damai, ini harus di lanjutkan sesuai hukum yang berlaku,” katanya secara tegas.

Pertimbangannya kata dia, pihaknya khawatir akan menggangu keamanan warga dan kenyamanan dalam membangun desanya. (idr/bai)