Miliki Bayi Kembar Tiga Magfirah Berpeluang Tahanan Rumah

Tiga bayi kembar penghuni rutan Bireuen bersama ibunya

JAKARTA (RA) – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Kemenkum HAM, Sri Puguh Budi Utami mengaku telah berupaya agar Kanwil Aceh memberikan bantuan terhadap Magfirah, tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Bireuen. Pasalnya, ia memiliki bayi kembar tiga yang terpaksa harus menginap dalam sel.

 

“Sedang mendorong teman-teman yang ada di Kanwil Aceh untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,” kata Sri di Jakarta, Selasa (18/12).
Bahkan menurutnya, Magfirah juga dapat menjadi tahanan rumah. “Bisa saja, selama ini tidak mungkin menghilangkan barang bukti,” sebutnya. “Terus juga mudah dipanggil saat proses peradilan.”

 

 

Sebagai seorang perempuan, ia juga mengaku tempat terbaik untuk bayi itu di rumah. Namun menurutnya, tiga bayi kembar anak Magfirah diizinkan tinggal bersama ibunya dalam penjara selama dua tahun karena masih membutuhkan ASI.
“Tahanan kota dan tahanan rumah, itu bisa diterapkan kepada semua. Apalagi kepada ibu-ibu yang punya bayi,” sebutnya.

 

Ketiganya resmi menetap di Rumah Tahanan (Rutan) Bireuen, sejak berusia lima hari. Para bayi tersebut Muhammad Furqan, Jihan Faiha dan Jihan Farahah. Mereka lahir di RSUD Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur 29 Agustus lalu.
“Saya dijemput polisi saat usia bayi-bayi ini baru berusia lima hari. Sebelumnya, saya ditempatkan di sel tahanan Polres Bireuen,” ungkap Magfirah (27), ibu bayi saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

 

Istri Jafadli (29), warga Desa Beuringin, Peureulak Barat, Aceh Timur tersebut tersandung kasus penipuan. Ia diadukan atas kasus calo CPNS tahun 2015.
Ibu bayi yang masih berusia sekitar tiga bulan lebih itu, mendekam dalam sel tahanan untuk menjalani proses persidangan di PN Bireuen. Ia ditahan sejak 23 hari lalu, anak-anaknya turut serta sejak 16 November.

 

Jalani proses hukum Magfirah hanya bisa pasrah, termasuk kondisi bayi-bayinya. Walau ia mengaku prihatin dengan kondisi buah hatinya. (eno/mai)