Persoalan Banjir Aceh Sudah ke Presiden Jokowi

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meninjau banjir di Aceh Selatan, Selasa (18/12). Fathayatul Ahmad

TAPAKTUAN (RA) – Pemerintah Aceh Selatan laporkan persoalan banjir yang melanda daerah tersebut kepada Presiden RI, Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

 

Laporan itu melalui Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran kepada Presiden RI terkait persoalan banjir yang melanda tiga kabupaten yakni Aceh Selatan, Subulussalam dan Aceh Singkil, yang hingga saat ini belum ada solusinya.

 

“Kita sudah sampai persoalan banjir Trumon Raya, Subulussalam dan Aceh Singkil, kepada Presiden Jokowi, Alhamdulilah Presiden merespon dengan baik dan akan menganggarkan penanganan banjir melalui dana APBN,” kata Tgk Amran, Selasa (18/12), pada saat konferensi Pers di ruangan Ketua DPRK setempat.

 

 

Tgk Amran yang didampingi Sekda H Nasjuddin, mengaku persoalan banjir di Aceh Selatan juga telah disampaikan kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dengan respon akan menyiapkan persiapan yang matang untuk penanganan musibah banjir itu.

 

“Pak Nova sudah tanggapi pengaduan kita dengan mempersiapkan perancanaan penanganan banjir jangka panjang, mudah-mudah pada pemerintahan Azam ini persoalan banjir di Aceh Selatan bisa teratasi,” ujarnya.
Dikatannya, penanganan persoalan banjir ini bukan lagi pertahun tapi harus kita rancang dalam jangka panjang 10 sampai 15 tahun kedepan seperti penangan banjir di Amsterdam, Belanda.

 

Pada kesempatan itu Ketua DPRK Aceh Selatan, T Zulhelmi, sangat mendukung serta mengapresiasi langkah pemeritahan Aceh Selatan dalam rangka mengatasi persoalan banjir di di Kecamatan Trumon Raya dan Kluet tersebut.

 

“Kita legislatif sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh Selatan dalam hal menangani banjir secara khusus di Trumon Raya dan Kluet,” singkatnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, usai membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa Kabupaten Aceh Selatan tahun 2018, di gedung Pertemuan Rumah Agam, Selasa (18/12), sebelum menuju tempat pengungsian korban banjir yang berada Kompi Detasemen B Brimob Trumon Tengah.

 

Nova Iriansyah di dampingi Forkopimda Aceh Selatan menyapa para pengungsi korban banjir serta memeriksa bantuan sandang pangan yang disalurkan melalui Dinas Sosial dan BPBA.

 

Disela-sela kunjungannya ke Basecamp korban banjir Trumon Raya, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan sejak sepuluh tahun terakhir di wilayah Aceh setiap tahunnya terjadi banjir, bukan hanya di Trumon, bukan hanya di Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, ada juga di langkahan Aceh Utara, dan lain-lainnya.

 

Upaya mengatasi banjir yang kita lakukan hari ini adalah penangan masa panik antisipasi secara semperadis yang sifatnya sementara melalui Dinas Sosial dan APBA. Namun, beberapa waktu lalu kita sudah duduk bersama stakeholder, tenaga ahli profesional, perguruan tinggi serta pihak yang berkompeten untuk membahas perencanaan penanganan banjir ini.

 

“Kita sedang memikirkan perencanaan cara penangan secara menyeluruh dan total untuk mengatasi banjir ini secara kompherensif dan permanen, mungkin ini membutuhkan waktu yang cukup lama,” sampainya.

 

Nova menerangkan kemungkinan perencanaan penanganan banjir secara kompherensif dan permanen diperkirakan satu sampai dua tahun kedepan, kemudian direncanakan pembangunan fisik mulai dari hulu sampai hilir bisa memakan waktu tujuh sampai sepuluh tahun serta memakan anggaran yang begitu besar hingga Rp10 triliun lebih.

 

“Masalah ini sudah saya laporkan kepada bapak Presiden pada Jumat yang sumber dana mengatasi banjir kita cari dan kita usahakan dari berbagai sumber, bisa dari APBN, dari APBA dan juga dari luar negeri serta sumber pendanaan lainnya,” katanya.
Dikatannya, kita berharap pada saatnya nanti anak cucuk kita tidak mengalami banjir seperti sekarang, ini butuh kesabaran. Sementara ini mengatasi banjir ini kila lakukan secara sporadis sampai menunggu perencanaan dan pembangunannya benar-benar terealisasi. (mag-79/mai)