Lagi, 14 Pengungsi Rohingya Kabur dari SKB Cot Gapu

BIREUEN (RA) – Sebanyak 14 muslim Rohingya termasuk tiga orang diantaranya anak-anak, kembali melarikan diri dari lokasi pengungsian sementara, dalam kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, diduga Senin (24/13) subuh.

Peristiwa kaburnya para Rohingya baru diketahui oleh petugas Tagana dan Satpol PP, pukul 08.00 Wib saat dihitung ulang jumlah mereka saat menjelang makan pagi, sehingga diketahui sudah berkurang 14 orang.

“Dinihari jam 1.00 Wib kami lihat pintu utama barak perempuan masih tergembok dan di cek lagi jam 3.00 Wib masih aman, saat mau makan pagi dihitung ulang sudah berkurang 14 orang melarikan diri,” ujar Kadinsos Bireuen Drs Murdani melalui Ketua Tagana Zulfikar kepada Rakyat Aceh, Senin (24/12) pukul 10.15 Wib.

Pasca mengetahui kaburnya mereka lalu para petugas melakukan pencarian di seluruh penjuru dalam areal kamp dan di luar sekitar kamp dan pukul 9.00 Wib dipastikan bahwa 14 orang pengungsi telah melarikan diri.

“Kami belum mengetahui pasti pukul berapa para pengungsi melarikan diri, para petugas berusaha menanyakan kepada para pengungsi lainnya, tapi tidak ada yang tahu,” terang Zulfikar.

Adapun nama para pengungsi melarikan diri itu terdiri dari tujuh laki-laki dewasa, dan empat perempuan serta tiga anak-anak. Identitas Rohingya laki-laki bernama
Mohammad Yassin (28), Mohammad Ali (17), Mohammad Yusuf (22), Abdul Hamid (14), Mohammad Sholim (25), Muhiddin (16), Mohammad Hasyim (28).

Sedangkan yang perempuan masing-masing bernama Arafah Begum (18), Hasinah (22), Nurshobi (5) dan Nurhabez (3) anak Hasinah, Yasmin (20),Mohammad Jauni Uddin (4) anak dari Yasmin dan terakhir Dilsan (15), rinci Zulfikar juga selaku koordinator kamp, rincinya.

Seperti diketahui sebelumnya tujuh orang pengungsi Rohingya kabur ditampung Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam pengungsian sementara di SKB Cot Gapu, Jumat pagi (21/12) pukul 04.00 Wib.

Adapun nama-nama pengungsi melarikan diri Sobbir Mohammad (19), Mohammad Yusuf (20), Mohammad Waras (15), Mohammad Shorif (15), Mohammad Shobbir (40), Zakir Husson (23) dan Abdul Hamid (22).

Kaburnya mereka baru diketahui awalnya diberitahukan oleh ketua rombongan Rohingya bernama Mohammad Rofiq (57), kepada petugas Tagana Jumat 21 Desember 2018, pukul 08.00 Wib.

Sehingga Ketua Tagana Zulfikar GA dan anggota langsung melakukan pengecekan kembali terhadap seluruh pengungsi saat awalnya seluruhnya 79 orang yang terdiri dari 44 laki-laki, 27 perempuan dan anak-anak 8 orang dan tersisa 72 orang.

“Kita juga sudah laporkan kejadian ini ke UNHCR dan Imigrasi Lhokseumawe,” terang Zulfikar GA ditemui langsung dilokasi pengungsian. (Rahmat Hidayat)