14 Tahun Tsunami Aceh

Sebuah file foto udara yang diambil pada 16 Januari Tahun 2005 menunjukkan sebuah masjid yang rusak sebagian di distrik pesisir Lampuuk Banda Aceh di pulau Sumatera Indonesia, daerah yang hancur dalam gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004./ Net

10 Ribu Wisatawan Berkunjung

BANDA ACEH (RA) – Diperkirakan sekitar 10 ribu wisatawan kunjungi Aceh menyaksikan peringatan 14 tsunami Aceh. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Tgk Mahraja Gurah, kawasan Gampong Lam Geu Ue, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (26/12).

Kadisbudpar Aceh, Amiruddin menyebutkan dalam kegiatan itu, Ustad Abdul Somad memberikan tausyiah, akan menjadi magnet bagi siapa pun. Pihaknya tetap berharap untuk semua pihak yang datang agar dapat menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban bersama.

“Kami berharap peringatan tsunami tahun ini berjalan sukses seperti tahun-tahun sebelumnya dan kami berharap di sini kita menjaga kebersamaan, kekompakan dan menjaga kebersihan,” kata Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, Selasa
(25/12).

Para pengunjung yang datang pun tak hanya dari Aceh, tetapi juga dari luar Aceh seperti Jakarta, setelah mengetahui bahwa Ustad Abdul Somad akan hadir memberikan tausyiah, bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Jepang yang merupakan wisata mancanegara.

“Mereka datang tak hanya untuk mendengarkan tausyiah yang diberikan UAS, tetapi juga untuk melihat langsung bagaimana masyarakat Aceh solid untuk selalu memperingati dan mengenang tsunami serta membangun semangat kebersamaan bagaimana menghadapi bencana di masa yang akan datang,” jelasnya.

Ia juga mengaku tak ada kendala yang signifikan dalam menyiapkan kegiatan tahunan tersebut. Pihaknya juga mendapatkan bantuan donasi selain dari anggaran yang sudah disediakan. “Seperti misalnya mendapatkan bantuan seekor sapi untuk dipotong serta dimasak dan kenduri bersama besok, diperkirakan jumlah sapi yang dipotong untuk kenduri itu 6 ekor,” ujarnya.

Kenduri raya itu bentuk dari partisipasi masyarakat, baik dari instansi pemerintah seperti Disbudpar Aceh, Plt Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar atau pun pengusaha Aceh serta yang lainnya, termasuk pengusaha Peukan Bada.

“Mereka itu memberikan antusiasme dan perhatian yang luar biasa, mereka bangga Kecamatan Peukan Bada khususnya dan Aceh Besar umumnya menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini,” tutupnya. (ril/bai)