Peringati Tsunami, Nelayan Tak Melaut

TAK MELAUT : Seratusan boat kecil,sedang dan besar di tambat kawasan TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe, Rabu (26/12). Nelayan selama dua hari tak melaut dalam rangka memperingati tsunami 14 tahun lalu. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Ratusan nelayan tak melaut selama dua hari dalam memperingati 14 tahun tsunami yang terjadi di Aceh, 26 Desember 2004 lalu.

Amatan Rakyat Aceh, boat ukuran kecil,sedang dan besar justru bersandar di kawasan TPI Pusong, Lhokseumawe, Rabu (26/12).

Lukman salah seorang nelayan yang berada di TPI saat berpapasan Rakyat Aceh mengaku sejak Selasa (25/12) mereka tidak melaut. Kegiatan ini dilakukan nelayan selama dua hari untuk memperingati 14 tahun tsunami Aceh, katanya.

“Kami kembali melaut sore nanti,” tambah Lukman yang terlihat masih berpakaian necis.
Tak terlihat banyak kalau nelayan melakukan aktivitas di boat. Biasanya, bila bersandar aka nada saja kerjaan mereka. Apakah memperbaiki jaring rusak, atau memuat es batu dan daun kelapa untuk memikiat ikan ditengah laut.

Hanya saja, tak jauh dari TPI Pusong, hampir seratus nelayan dan warga setempat melakukan doa untuk korban tsunami.

Sementara itu, penjual ikan pun di pasar Pusong terlihat sepi. Alhasil, tentu saja harga ikan dalam dua hari terakhir ini cenderung mahal akibat pasokan kurang. (ung/min)