Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 3 Jan 2019 07:06 WIB ·

Indonesia Resmi Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB


 Indonesia Resmi Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Perbesar

Indonesia Resmi Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Harianrakyataceh.com – Indonesia resmi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.

Melansir laman Kemenlu, sesaat lalu (Kamis, 3/1), Wakil Tetap RI pada Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, telah memancangkan bendera Indonesia di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat, Rabu (2/1).

Ditunjuknya Indonesia melalui perolehan dukungan 144 suara dari 193 negara anggota PBB hasil pemilihan anggota DK PBB oleh seluruh negara anggota PBB bulan Juni 2018 lalu.

“Besarnya dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap rekam jejak diplomasi dan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berperan penting dalam menjaga perdamaian dunia,” ungkap Djani.

Sejak 1 Januari 2019,  Dubes Djani telah diberikan tanggung jawab sebagai Ketua Komite Resolusi DK PBB 1540 mengenai senjata pemusnah massal, Komite Sanksi terkait dengan terorisme seperti Komite Sanksi Resolusi DK PBB 1267, dan akan mengetuai Komite Sanksi Resolusi DK PBB 1988, serta akan menjadi Wakil Ketua Komite Sanksi untuk Sudan Selatan dan Komite Sanksi mengenai Irak.

Selain Indonesia, anggota DK PBB negara lainnya yaitu AS, Inggris, Perancis, Rusia, RRT, Kuwait, Afrika Selatan, Pantai Gading, Equatorial Guinea, Jerman, Belgia, Polandia, Peru, dan Republik Dominika akan menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional sesuai mandatnya di dalam Piagam PBB.

Di samping isu global lainnya, Indonesia juga akan memberi perhatian pada peningkatan efisiensi dan efektifitas misi perdamaian PBB (UN Peace Keeping Operations) seiring Indonesia sebagai negara penyumbang pasukan terbesar untuk Misi Keamanan PBB.

Selain Indonesia, negara anggota PBB lain yang juga memulai masa keanggotaannya di DK PBB pada periode yang sama adalah Afrika Selatan, Belgia, Republik Dominika, Jerman. Negara-negara tersebut akan menggantikan negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang berakhir masa jabatannya sejak 31 Desember 2018, yaitu: Kazakhstan, Bolivia, Ethiopia, Belanda dan Swedia.

Indonesia di DK PBB merupakan keanggotaan yang keempat kalinya, setelah sebelumnya pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008. [jto] 

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Teriakkan ‘Free Palestine’, Tentara AS Bakar Diri di Luar Kedubes Israel

27 February 2024 - 14:59 WIB

Pemimpin G7 Ramai-ramai Kecam Ekspor Rudal Balistik Korea Utara ke Rusia

25 February 2024 - 15:12 WIB

Tak Pernah Netral, AS Selalu jadi Biang Keladi Pendudukan Palestina

23 February 2024 - 15:06 WIB

Deretan Negara yang Sudah Menerapkan Makan Siang Gratis, Indonesia Bakal Menyusul?

23 February 2024 - 15:04 WIB

Israel Ancam Serang Rafah hingga Bulan Ramadhan

20 February 2024 - 14:52 WIB

Tak Henti-Hentinya, Pasukan Israel Kembali Melancarkan Serangan Ke Rumah Sakit Nasser

18 February 2024 - 15:02 WIB

Trending di INTERNASIONAL