Baru Dibangun, Irigasi Sudah Retak

Warga Gampong Gunoeng Meunasah, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, menunjukkan retak pada bangunan irigasi yang baru dibangun. Hendra Sayeng/Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Irigasi yang di bangun di Gampong Gunoeng Meunasah, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, mengalami retak dibeberapa bagian yang dibangun tahun 2018 lalu.

Keuchik Gunoeng Meunasah, Saddam mengatakan, pembangunan irigasi tersebut belum selesai, banyak bagian yang dibiarkan terbengkalai, ditambah lagi terjadi retakan di hampir seluruh bangunan. “Kami tidak mengetahui berapa anggarannya dan spacknya,” kata Saddam, Kamis (10/1).

Saddam menambahkan, seharunya pihak rekanan melaporkan secara langsung sehingga adanya keterbukaan tidak seperti ini. “Kami juga baru mengetaui karena adanya laporan dari masyarakat, bahwa irigasi tersebut di beberapa bagian adanya retak.
Sementara Bupati Aceh Jaya, HT Irfan Tb saat dikonfirmasi Harian Rakyat mengatakan dalam pembangunan tersebut masih dalam tanggungjawab kontraktor pelaksana. “Masih masa pemeliharaan atau retensi dan harus dilakukan perbaikan,” katanya.
Dengan adanya kejadian tersebut dirinya telah memerintahkan Dinas PUPR untuk menyurati pihak rekanan yang mengerjakan irigasi tersebut untuk segera dilakukan perbaiki.
Dirinya juga menegaskan kepada seluruh kepada dinas benar-benar memperhatikan dalam setiap pelaksanaan kegiatan terutama pada pembangunan fisik. “Harus jeli dari sejak mulai perencanaan sampai dengan pengawasan oleh konsultan perencana maupun konsultan pengawas agar hal serupa tidak terulang kembali,” kata Irfan.

Kepada Dinas PUPR Aceh Jaya, Rusman Salam Kepada Rakyat Aceh, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat teguran nomor 610/02/ST/PUPR-SDA/2019. Sesuai dengan isi surat tersebut kepada kontraktor pelaksana agar segera melakukan perbaikan pada bangunan rusak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan serta kontraktor pelaksana agar selalu menjaga dan memperhatikan kuantitas kualitas mutu pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dilapangan yang ditujukan kepada Direktur cv Asyifa Jaya Mandiri.

Dalam proses pembangunan irigasi tersebut kontrak awal berjumlah pagu anggaran senilai Rp1.695.633.000, sementara penarikan yang telah dilakukan pada tahun 2018 senilai Rp1.426.731.040 realisasi yang telah dikerjakan mencapai 84,15 persen.
Sementara sisa yang akan dibayarkan ditahun ini senilai Rp 268.901.959 sekitar 15,85 persen. “Ada perpanjangan waktu 50 hari kerja tersebut sesuai dengan Perpres nomor 16 tahun 2018 pasal 55,” kata Rusman. (mag-67/bai)