Gajah Berang, Suara Panggilan HP Membuat Semakin Terancam Nasib Abu Bakar

Teks Foto : Diatas Pohon : Abu Bakar (31), Korban amukan gajah berlindung di atas pohon (dilingkari,red) dengan penuh katakutan dan trauma, sementara se ekor gajah menunggunya di bawah pohon, Selasa, (8/1). Foto : For Rakyat Aceh

PIDIE JAYA (RA)-Abu Bakar, 31, warga gampong Drien Tujoh, Bandar Dua, Pidie Jaya, merupakan salah seorang korban dari amukan Po Meurah(Gajah-red), di kawasan pegunungan Gampong Lhok Sandang, Meurah Dua, Pidie Jaya, pada Selasa,(8/1) kemarin.

Peristiwa amukan Po Meurah di dekat permukiman warga pada petang hari tersebut menyimpan rasa trauma yang begitu mendalam terutama bagi Abu Bakar ketika sebelumnya dirinya sedang berusaha mencari pamannya, Teuku Muhammad bin Bardan (68), merupakan salah seorang korban amukan gajah yang telah mengalami luka parah dan patah di bagian lengan kanan nya, di kebun kacang milik pamannya tersebut.

Pasca kejadian musibah amukan gajah terhadap pamannya itu, Abu Bakar bersama dua orang warga lainnya, masing-masing mengendarai sepeda motor guna mencari keberadaan pamannya yang telah menjadi korban amukan gajah.

Sontak di tengah jalan tiba-tiba muncul gajah yang seketika mencoba menerkam mereka, yang akhirnya mereka mendadak kaget yang disertai rasa panik dan trauma yang mendalam serta lari penuh ketakutan dengan menancapkan gas sepeda motor dengan kecepatan tinggi masuk ke lorong-lorong dan akhirnya selamat meloloskan diri dari kejaran gajah yang sedang mengamuk.

Tidak lama berselang beberapa waktu kemudian, Abu Bakar terus berusaha menyusuri keberadaan Pak Ceknya (paman red) yang belum diketahui posisinya. Kemudian Abu Bakar terus berteriak-teriak memanggil-manggil Pak Cek nya itu, “Cek…Cek…Cek Pat neuh…”,

Teriak Abu Bakar di kawasan kebun kacang dimaksud. Ternyata suara teriakan tersebut terdengar oleh Po Meurah, dan Po Meurah pun kembali mengamuk dan terus berputar -putar mengelilingi kebun untuk menyesuri mencari tau dimana sumber suara teriakan itu, melihat kondisi po Meurah sedang mencari tau teriakan dari diri nya itu, Abu Bakar bergegas menyelamatkan diri dengan bersembunyi di salah satu rangkang(Saung-red) dan kemudian mamanjat ke pohon kayu dan berdiam diri tidak bersuara di atas pohon kayu dengan harapan Abu Bakar agar Po Meurah tidak mengetahui keberadaannya.

Beberapa menit setelah dirinya memanjat ke pohon kayu tersebut, suara panggilan HP (Hand Phone) milik Abu Bakar di saku celana nya pun berdering hingga berkali-kali. sebab kala itu sejumlah pihak keluarga Abu Bakar dan warga lainnya ingin mengetahui keberadaan Abu Bakar dimana, ternyata suara panggilan HP tersebut dengan tidak sengaja telah membuat “kenyamanan’ Abu Bakar dari persembunyian ketahuan/diketahui oleh sang Po Meurah yang akhir nya PO Meurah pun terus mendekat ke bawah Pohon dimana Abu Bakar berharap perlindungan.

Abu Bakar dengan suasana batin penuh rasa trauma yang diselimuti dengan kondisi nasib nya semakin terancam di atas pohon, seketika mematikan HP nya agar tidak ada lagi pihak yang terus menelpon ke HP nya. Tak hayal Po Meurah pun terus menghampiri pohon itu, dan terus berputar-putar di bawah pohon itu berharap dapat menerkam Abu Bakar kembali setelah sebelumnya sempat gagal menerkam nya.

Setelah lebih kurang sekitar 30 menit Abu Bakar berada di atas pohon itu, sejumlah warga terus mendekati pohon dan secara pelan-pelan mengusir Po Meurah dari pohon itu, dan Po Meurah pun mundur dan bergeser ke arah pegunungan.

“Setelah diusir dengan pelan-pelan oleh orang kampung, dengan jarak nya sekitar 50 meter dengan pohon, maka setelah itu saya turun dari pohon, kejadian yang sangat berkesan dan trauma saat musibah ini yaitu disaat suara panggilan HP terus berdering tiada henti, padahal saat itu saya sedang dicari oleh gajah yang ingin menerkam saya.”, ungkap Abu Bakar mengisahkan pengalaman kesedihannya, yang mengaku sangat bersyukur karena Allah masih sayang dan menyelamatkan nya dari ancaman tersebut.

Setelah berhasil turun dari pohon, Abu Bakar sedikit merasa lega batinnya dan kemudian sejumlah warga terus menyesuri kawasan tersebut guna mencari keberadaan pak cek nya, dan berselang beberapa menit kemudian syukur Alhamdulillah akhirnya pak cek nya ditemukan warga di dekat pinggir pagar kebun dengan kondisi yang masih sadar namun sangat lemas tak berdaya akibat diamuk oleh Po Meurah hingga lengan tangan kanan nya mengalami luka parah dan patah.

Mendapat info tersebut, Camat Meurah Dua, T. Safrizal, Danramil Meurah Dua ,dan Kapolsek Meurah Dua, Ipda Syahril, SH, membawa Pak Cek nya dengan menggunakan mobil dinas Kapolsek Meurah Dua ke IGD RSUD setempat guna mendapat pertolongan medis. Sementara sekitar pukul 22.00 wib Pak cek nya dirujuk ole pihak RSUD Pidie Jaya ke RSUD Sigli, Pidie, dan keesokan hari nya sekitar pukul 15.00 Wib, Pak Cek nya Kembali dirujuk ke RSUD ZA Banda Aceh, karena luka yang dialami sangat parah.

“Iya saat ini kami bersama keluarga lainnya baru saja tiba di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh untuk mengobati abang kami, sebentar lagi hendak dioperasi, ” ungkap salah seorang korban lainnya yang sempat dikejar oleh gajah, Muhammad Umar (43), dan yang juga merupakan Abang sepupu dari isterinya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah warga yang menjadi korban amukan gajah tersebut diantaranya, T.Muhammad Bin Bardan, 68, (Mengalami luka parah dan patah di lengan kanan), warga Drien Tujoh, Bandar Dua, Jamaluddin, 47, warga Drien Tujoh, Bandar Dua, Abu Bakar, 31, warga Drien Tujoh, Muhammad Umar, 43, warga Pulo, Bandar Dua, Siti Halimah, 58, warga Babah Krueng, Bandar Dua, M.Yusuf Yacob, 54, Warga Nahgroe Timur, Ulim, Dan yang terakhir Khairul, 13, warga Drien Tujoh, Bandar Dua, Pidie Jaya. (amz)