Mayat Perempuan Terapung di Waduk Pusong

ANGKAT MAYAT- Anggota Polres Lhokseumawe, bersama anggota TNI mengangkat jenazah Yulizar yang ditemukan mengapung di Waduk Teluk Pusong Lhokseumawe, Kamis (10/1). For Rakyat Aceh

LHOKSEUMAWE (RA)– Warga Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan di Waduk Teluk Pusong Lhokseumawe, Kamis (10/1) pukul 06.30 pagi. Mayat perempuan itu mengenakan baju daster warna kuning. Ditemukan mengapung dalam posisi telungkup diatas permukaan air.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo, mengatakan, begitu mendapatkan informasi ada penemuan mayat perempuan di Waduk Pusong Lhokseumawe, langsung ke lokasi.

Kemudian, pihaknya bersama anggota TNI dibantu masyarakat mengangkat jenazah itu ke darat dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe. “Mayat itu teridentifikasi bernama Yulizar (45), warga Gampong Simpang Empat, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe,”ucap Kapolsek.

Ia menjelaskan, suami korban bernama Herman (50) dan sebelum kejadian sudah membangunkan istrinya shalat subuh. Kemudian, Herman langsung keluar rumah menuju ke masjid melaksanakan shalat subuh berjamaah.

Sekira pukul 06.00 pagi, Herman kembali kerumah dan melihat pintu rumah sudah terbuka. Lalu mencari keberadaan istrinya, karena kebiasaanya setiap pagi Yulizar sering berolahraga, kalau tidak ke SKB maka ke Waduk Pusong Lhokseumawe.

Namun, setelah dilakukan pencarian ke SKB dan Waduk maka Herman tidak berhasil menemukan istrinya. Akhirnya, ia kembali lagi kerumah dan terus mencari keberadaan sang istri tercinta.

“Herman baru mengetahui informasi ada penemuan mayat perempuan di Waduk pada pukul 06.30 WIB. Ia langsung bergegas untuk melihatnya dan ternyata mayat itu adalah istrinya,”ungkap Iptu Arief.

Lanjut dia, setelah mayat diangkat langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Lhokseumawe, untuk proses visum. “Jadi informasi yang kita terima, sejak empat bulan lalu korban menderita stroke dan kini masih tahap penyembuhan. Kita masih melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya Yulizar,”cetusnya.

Selain itu, sambung dia, saat mayat diangkat tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya. Hanya bekas lecet dibadan yang diduga jatuh ke waduk. (arm/msi)