Rekanan Perbaiki Irigasi Gunoeng Meunasah

Pekerja cv Asyifa Jaya Mandiri, melakukan proses rehab terkait pembangunan irigasi Gampong Gunoeng Meunasah, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Minggu (13/1) Hendra Sayeng/Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Rekanan (cv. Asyifa Jaya Mandiri) yang membangun irigasi di Gampong Gunoeng Meunasah, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, mulai memperbaiki bangunan irigasi yang mengalami retak dibeberapa bagian.

 

Jasniar, warga Gampong Gunoeng Meunasah, Minggu (13/1), sangat mengapresiasi dengan langkah pemerintah dalam melaksanakan pembangunan irigasi tersebut, sebab sesuai dengan keinginan masyarakat selama ini sangat membutuhkan irigasi.
“Kami merupakan salah satu lumbung padi di Kecamatan Setia Bakti. Yang sebelumnya hanya memanfaatkan tadah hujan semoga kedepan dengan adanya irigasi tersebut dapat bermanfaat untuk menanam padi”.

 

Sementara pihak rekanan, cv Asyifa Jaya Mandiri Irfendi, mengatakan melakukan perbaiki dalam penyelesaian dalam proses pekerjaan masa rehab pembangunan irigasi tersebut dan kami akan berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan perbaikan. “Pembangunan tersebut memang masih dalam tanggungjawab kami,” katanya.

 

Dirinya juga sangat berharap untuk memberikan peluang kepada pihak rekanan untuk melakukan proses pekerjaan hingga selesai dalam melakukan rehab tersebut. “Dalam proses pekejaan sedang masa rehab, hingga finihsing semoga dalam melakukan proses pekerjaan tersebut tidak ada hambatan lagi seperti bencana alam banjir yang sempat terjadi sehingga sempat menjadi kendala,” kata Irfendi.

 

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Aceh Jaya, Rusman Salam, kepada Rakyat Aceh, mengatakan dalam proses pembangunan irigasi tersebut kontrak awal berjumlah pagu anggaran senilai Rp1.695.633.000-, sementara penarikan yang telah dilakukan pada tahun 2018 senilai Rp1.426.731.040 realisasi yang telah dikerjakan mencapai 84,15 persen.
Sementara sisa yang akan dibayarkan ditahun ini senilai Rp268.901.959 sekitar 15,85 persen dikarenakan dalam proses pekejaan tersebut adanya perpanjangan waktu 50 hari kerja tersebut sesuai dengan Perpres nomor 16 tahun 2018 pasal 55. (mag-67/bai)