Bupati Aceh Barat Akrab dengan Penyandang Cacat

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, melakukan pertemuan dengan kaum penyandang disabilitas untuk mendengar pendapat atau keluhan langsung dari mereka. Aula Setdakab Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (15/1). FOTO: DENI SARTIKA

MEULABOH (RA) – Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, melakukan pertemuan dengan kaum penyandang disabilitas untuk mendengar pendapat atau keluhan langsung dari mereka. Aula Setdakab Kantor Bupati Aceh Barat, Selasa (15/1).

Dalam pertemuan itu, banyak keluhan yang disampaikan kaum difabel (cacat) ini kepada kepala daerah kabupaten setempat, seperti Tgk. Abdul Salam, mengharapkan ada ruang bagi kaum disabilitas yang ingin tempat/ruangan singgah atau tempat berkumpul.

“Kami ingin mendata para kaum diabilitas mulai dari desa sampai kecamatan dalam lingkungan Aceh Barat. Biar sama-sama kami mampu memberikan motivasi antara satu dengan lainnya,” pintanya.

Berbeda dengan Cut Yanti, ia malah menyampaikan bahwa ingin minta bantuan atau perhatian bagi warga penderita cacat dapat ditingkatkan oleh pemerintah daerah, supaya kaum disabiltas lebih banyak mendapatkan dukungan dalam menjalani hidup, layak masyarakat normal.

”Terutama mendapat bantuan beras keluarga miskin (Raskin) atau bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),” timpal Tgk Jakfar, teman disabilitas lainnya membenarkan peryataan Cut Tanti.

Usai menerima berbagai masukan, Bupati Aceh Barat, Ramli MS, mengaku akan merespon seluruh aspirasi yang disampaikan oleh kaum penyandang cacat ini. ”Aspirasi yang disampaikan itu, adalah keluhan mereka selama menjalani hidup ini. Kebutuhan yang mereka rasakan wajib segera penuhi,” jawab Bupati.

Ia mengaku sangat berdosalah, sebagai pimpinan daerah, jika tidak merespon orang-orang dengan kondisi kekurangan demikian. “Mereka orang sudah, baik dari segi ekonomi dan fisik. Kata mereka dapat menjadi doa yang didengar langsung oleh Allah SWT,” nilai Ramli MS.

Meskipun dengan kekurangan demikian, Ramli MS mengaku sangat bangga dengan kaum disabilitas di Aceh Barat, karena masih mampu berusaha dan tidak pernah melakukan aktivitas meminta-minta di lampu merah atau dari rumah ke rumah. “Saya akan perhatikan kaum ini,” janjinya. (den)