Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 16 Jan 2019 06:38 WIB ·

Waduh, Sekeluarga Selundupkan Sabu Malaysia


 Petugas BNN menggiring seorang narapidana yang diduga sebagai pengendali penyelundupan narkoba di dermaga Bea Cukai Pelabuhan Belawan, Medan, Selasa (15/1). menyelundupkan 70 bungkus seberat 70 kilogram sabu dan dua bungkus pil ekstasi dari Malaysia dengan tujuan Aceh.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Perbesar

Petugas BNN menggiring seorang narapidana yang diduga sebagai pengendali penyelundupan narkoba di dermaga Bea Cukai Pelabuhan Belawan, Medan, Selasa (15/1). menyelundupkan 70 bungkus seberat 70 kilogram sabu dan dua bungkus pil ekstasi dari Malaysia dengan tujuan Aceh. SUTAN SIREGAR/SUMUT POS

BELAWAN (RA) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama petugas gabungan mengamankan satu kapal motor (KM) Karibia bermuatan 70 kg sabu dan 10 ribu pil ekstasi di perairan Kuala Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Pengungkapan narkoba jaringan internasional itu, turut mengamankan narapidana (Napi) Lapas Tanjung Gusta, Ramli (53) sebagai pengendali bersama 2 anaknya M Zubir (26) dan M Zakir (22), serta menantunya Metaliana (30) dan adik kandungnya Saiful Bahri (29).

Kepala Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjend Pol Arman Depari, Selasa (15/1), menjelaskan, terungkapnya penyelundupan narkoba jaringan internasional, berdasarkan informasi yang mereka terima sejak tiga Minggu lalu. Mereka menerima informasi adanya penyelundupan narkoba menggunakan jalur laut melalui perairan Aceh.

Lantas, pihaknya berkordinasi dengan petugas gabungan dari Bea Cukai, TNI AL dan kepolisian untuk melakukan pengejaran terhadap kapal yang dimaksud. Hasilnya, kapal itu berhasil diamankan, setelah diperiksa ditemukan 70 bungkus seberat 70 kg sabu dan dua bungkus pil ekstasi sebanyak 10 ribu butir.

Pihaknya turut mengamankan tiga awak kapalnya, selain itu, seorang wanita yang mendukung proses komunikasi penyelundupan narkoba tersebut. Untuk menindaklanjuti pengungkapan narkoba itu, petugas gabungan menggiring KM Karibia menuju ke Dermaga Belawan.

“Dari hasil pemeriksaan kita, sabu ini dikendalikan napi yang divonis seumur hidup dengan kasus narkoba. Dia (napi) mengajak keluarganya, untuk menjemput narkoba yang dikirim dari Malaysia menggunakan kapal,” ungkap Arman Depari didampingi Asintel Lantamal I, Kolonel Laut (E) I Putu Budiasih.

Diungkapkan Arman Depari, proses penyelundupan narkoba yang dikendalikan Ramli, dengan cara berkomunikasi via ponsel dengan bandar narkoba di Malaysia. Ia memesan narkoba sesuai dengan kesepakatan, kemudian mengajak keluarganya untuk menjemput narkoba di perairan Selat Malaka perbatasan dengan Malaysia.

Penjemputan narkoba itu ditransit menggunakan jet sky dari Malaysia. Kemudian, para kurir menjemput narkoba itu di titik kordinat yang telah ditentukan. Rencananya, sabu dan pil ekstasi itu akan disimpan terlebih dahulu di rumah keluarga napi itu, kemudian akan dipasarkan ke Sumatera Utara.

“Proses transaksi penyelundupan narkoba ini sudah kita awasi sejak 3 minggu lalu. Setelah barang haram itu akan diselundupkan, kita langsung lakukan kordinasi petugas gabungan, akhirnya berhasil diamankan di perairan Aceh,” jelas Arman Depari.

Sejauh ini, lanjut Jenderal Bintang Dua itu, napi sebagai pengendali narkoba tersebut, belum ditemukan proses pencucian uang dari hasil kejahatan narkoba, meskipun begitu, pihaknya akan melakukan kordinasi dengan lembaga PPATK untuk melakukan pengecekan terhadap harta kekayaan napi tersebut.

“Sejauh ini belum ada kita temukan pencucian uang hasil narkoba dari para tersangka, tapi akan segera kita kordinasikan. Apabila ada ditemukan, maka akan segera kita sita hartanya untuk diserahkan ke negara,” beber Arman Depari didampingi Kepala BNN Sumut, Brigjend Pol Marsauli Siregar.

Ditegaskan Arman Depari, penyelundupan narkoba ke Indonesia, para mafia menjadikan jalur laut sebagai areal favorit untuk penyelundupan. Untuk itu, pihaknya terus berkordinasi dengan pihak keamanan laut Bea Cukai, TNI AL dan kepolisian, karena pihaknya sejauh ini belum memiliki fasilitas untuk wilayah perairan.

“Perlu saya tegaskan, perairan Pantai Timur sangat strategis untuk penyelundupan narkoba. Ini terus kita lakukan pencegahan dan pengawasan untuk saling kordinasi, karena hampir 100 persen narkoba di Indonesia masuk melalui Pantai Timur Selat Malaka,” sebut Arman Depari. (fac/mai)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Israel Bikin Murka PBB dan Kelompok Kemanusiaan Setelah Menghancurkan Terowongan Gaza

12 July 2024 - 16:03 WIB

Haji Uma Surati Gubernur Aceh, Dorong Libatkan MPU Dalam Perizinan Pergelaran Seni dan Hiburan

12 July 2024 - 11:53 WIB

Pasha Ungu Tampil di Aceh, Ini Komentar Sejuk Arie Ambon

11 July 2024 - 20:02 WIB

FKUB Provinsi Aceh Gelar Dialog Harmoni Menuju Pilkada Damai 2024

11 July 2024 - 18:05 WIB

Satpol PP Banda Aceh tertibkan pengemis di Pos Polantas Simpang Lima

11 July 2024 - 17:21 WIB

Grand Syaikh Al-Azhar Apresiasi Pondok Pesantren Darunnajah Dalam Memperkuat Pendidikan Agama Islam di Indonesia

11 July 2024 - 16:54 WIB

Trending di UTAMA