Bea Cukai Hibahkan 630 Karung Bawang Merah Sitaan

Bawang : Asisiten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Langsa, H. Abdullah Gade foto bersama Kepala Bea Cukai Langsa usai penyerahan bawang hibah, Rabu (16/1). Rakyat Aceh/Bahtiar Husin

LANGSA (RA) — Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, menghibahkan sebanyak 630 karung bawang merah layak konsumsi hasil sitaan yang diperkirakan bernilai lebih kurang Rp.66.688.272, kepada Pemko Langsa, Rabu (16/1).

Penyerahan ratusan karung bawang merah tersebut dilakukan di halaman Kantor KPPBC TMP C setempat oleh Kepala Kantor, M. Syuhada dan diterima oleh Asisiten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakot Langsa, H. Abdullah Gade selaku perwakilan Pemko Langsa.

Pada kesempatan itu, Syuhada mengatakan, bawang merah tersebut berasal dari muatan exs Kapal Motor (KM) tanpa nama yang merupakan barang kepabeanan yang berhasil digagalkan cukai Langsa Tim Patla BC 15030 di dermaga Matang Seuping, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang, pada Selasa, 8 Januari 2019 lalu.

“Atas upaya penyelundupan bawang merah ini, diperkirakan kerugian negara dari sektor perpajakan mencapai sebesar Rp.23.340 895,” sebut Syuhada seraya menambahkan hibah barang milik Negara ini ke Pemko Langsa telah diuji laboratornium Karantina Pertanian dan dinyatakan bebas organisme tumbuhan karantina (OPTK) dan layak konsumsi.

Tambahnya lagi, hibah ini juga telah mendapatkan persetujuan hibah barang yang menjadi milik Negara dari Kepala Kartor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lhokseumawe Nomor S02/MK.06/WKN DSKNL 02/2018 tanggal 14 Januan 2019 kepabeanan dan cukai, agar bisa bermanfaat dan membantu masyarakat kurang mampu.

Selain itu Syuhada juga mengatakan, bahwa sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor ini diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 17/2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor : 10/1995 tentang barang impor yang tidak tercantum dalam manifest, dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkag 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 Milyar. (dai/msi)

Teks Foto :