Bupati Azwir Realisasi Janji di Kampanye

Realisasi program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati tersebut disampaikan pada saat cofe morning bersama wartawan di Aula Kantor Bupati Aceh Selatan, Rabu (16/1). Fathayatul Ahmad/Rakyat Aceh

TAPAKTUAN (RA) – Sejak di lantik pada tanggal 27 November 2018, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Azwir-Tgk Amran, mulai merealisasikan program yang menjadi janji-janji kampanyenya.

 

Realisasi program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati tersebut disampaikan pada saat cofe morning bersama wartawan di aula Kantor Bupati Aceh Selatan, Rabu (16/1).

Bupati H Azwir mengatakan, beberapa program yang pernah disampaikan saat kampanye Pilkada Aceh Selatan tahun 2018 yang lalu sudah mulai terealisasi dan sudah Perbupkan diantaranya, program Pemberian Santunan Kematian bagi masyarakat Aceh Selatan, selain PNS, TNI dan Polri, serta karyawan BUMN.

“Saat ini proses penyaluran santunan kematian telah dilakukan pada tahun 2018 sebanyak 153 jiwa dengan jumlah anggaran mencapai Rp588,5 juta. Sedangkan untuk tahun 2019 data yang sudah masuk ke BPKD sebanyak 109 jiwa dengan jumlah Rp406 juta dan akan disalurkan dalam waktu dekat ini,” katanya.

Selanjutnya, program kunjungan dokter spesialis ke Puskesmas yang melayani pasien rawat inap untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pasien. Program ini telah dijalankan pada awal Januari tahun 2019.

“Untuk tahap awal, dokter spesialis telah turunkan di dua Puskesmas. Titik pertama di Puskesmas Blangkejeren Kecamatan Labuhan Haji Barat dengan Dr Syahmahdi SpPD dan Dr Nelli SpA serta titik ke dua di Puskesmas Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara dengan Dr Erizaldi SpOg dan Dr Marwazi SpBd, dokter spesialis ini terus berlanjut demi meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat yang selama ini belum tersentuh sama sekali,” terang Azwir.

 

Sambungnya, program selanjutnya ambulance center. Program ini baru sebagian kecil berjalan. Program ini, kata Azwir, direncanakan akan dibagi pada 5 rayon (Labuhanhaji Raya, Meukek-Sawang, Tapaktuan-Samadua, Kluet Raya dan Bakongan-Trumon).

 

Program bantuan pemasangan listrik bagi keluarga miskin. Proses verifikasi data keluarga miskin pengguna listrik 2 ampere, saat ini, telah dilakukan melalui Tenaga Kesejahteraan Kecamatan (TKSK) oleh Dinas sosial kabupaten Aceh Selatan.

 

Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan jumlah penerima manfaat program subsidi listrik pelanggan 2 ampere. Setelah verifikasi data dilakukan. “Insya Allah, subsidi biaya listrik bagi masyarakat kalangan tidak mampu pengguna 2 ampere akan segera di implementasikan,” paparnya.

 

Azwir menuturkan tim saat ini sedang melakukan identifikasi potensi gampong (desa) yang akan dijadikan bidang usaha Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) belum bisa dilakukan disebabkan pada akhir tahun 2018 APBK-P tahun 2018 ditolak oleh pemerintah Aceh karena keterlambatan, sehingga tertunda proses identifikasi.

 

Dikatakannya, Insya Allah pada tahun 2019 ini proses identifikasi potensi gampong akan segera kita lakukan dalam rangka mempercepat peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus menurunkan angka pengangguran di Aceh Selatan. (yat/bai)