Keluhan Nelayan Pulo Aceh Solar Mengalir Tak Rata

Ilustrasi / Net

BANDA ACEH (RA)– Nelayan di wilayah pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar keluhkan pembatasan solar. Kebijakan itu telah berlangsung sejak tahun 2017 lalu, untuk mendapatkan BBM mereka harus memperoleh rekom dari Panglima Laot wilayah masing-masing.

“Kalau beli solar, emang sudah dibatasi, dalam sekali melaut, bisa beli 100 leter, cukuplah kalau untuk melaut,” Sebut Nasrullah (42) Nahkoda Kapal Pulo Aceh di Ule Lheue, Banda Aceh, Selasa (22/1).

Menurutnya, banyak nelayan yang kekurangan stok. “Kalau banyak ikankan kita harus melaut berulang kali, lantaran tak dapat jatah minyak ia tidak melaut,” sebutnya.

Bagi nelayan yang berada di pesisir Banda Aceh, katanya, mereka harus merasakan pembatasan pembelian solar, namun nelayan di pulau Aceh mereka justru sering kali kekurangan solar.

“Terkadang, harus libur melaut menungu jatah minyak dari Banda Aceh, itu setiap minggu selalu terjadi, lantaran di sana tak ada minyak harus diambil di sini,” ujarnya.

Selaku pelaut yang tinggal di pulau yang jauh dari akses, meminta agar pembagian minyak secara adil merata hingga ke pelosok seperti pulo Aceh. Apalagi selama ini, mereka sering harus meminjam solar pada rekan seprofesinya.

“Kita minta agar di sana (pulo Aceh) juga mendapatkan jatah, jangan di sini (Banda Aceh) dinomor satukan dan di sana nomor dua, kami minta agar diratakan pembagian minyak,” pintanya. (ibi/mai)