Jalan Apartheid, Kezaliman Terbaru Israel terhadap Palestina

Jalan Apartheid / Net

Harianrakyataceh.com, TEPI BARAT – Selama 30 menit, massa menutup jalan raya utama bernama Rute 4370 di Tepi Barat, Palestina, pada Rabu (23/1). Jalan itu kini berjuluk jalan apartheid.

Warga Palestina menolak jalan yang baru beroperasi mulai awal bulan itu. Sebab, di tengah jalan tersebut menjulang tembok setinggi 8 meter. Tembok itu berfungsi memisahkan pemakai jalan Palestina dan Israel.

Bukan tanpa alasan kata apartheid disematkan pada nama jalan tersebut. Tembok 8 meter tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah Israel tidak pernah berlaku adil kepada penduduk Palestina.

“Kami tidak mendukung kehadiran jalan yang memisahkan para penggunanya itu di Palestina,” ujar Maya Rosen, salah seorang demonstran, seperti dikutip The Guardian.

Rosen benar. Jalan apartheid itu memang membentang di wilayah Palestina. Rute 4370 terbagi dalam dua lajur. Satu lajur untuk warga Israel dan lainnya untuk warga Palestina. Di antara dua lajur itulah berdiri tembok setinggi 8 meter. Jalan yang diperuntukkan warga Israel terletak di sisi barat.

Penduduk Israel yang tinggal di permukiman ilegal wilayah pendudukan Tepi Barat bisa mencapai Jerusalem lebih cepat lewat jalan itu. Lebih ringkas ketimbang harus melalui pos pemeriksaan Hizma di sisi utara kota.

Di sisi lain, jalan yang didesain khusus untuk penduduk Palestina itu memiliki rute yang lebih panjang. Warga harus melewati underpass menuju Ramallah dan Bethlehem tanpa melewati Jerusalem. Sebagian besar penduduk Palestina yang tinggal di Tepi Barat memang tidak mengantongi izin untuk masuk atau melintasi Jerusalem.

“Pembangunan jalan apartheid ini menjadi bukti kuatnya niat Israel untuk membangun rezim kolonial yang rasis,” ujar Hanan Ashwari, anggota Palestine Liberation Organisation (PLO).

Versi Israel, jalan itu bisa dipakai oleh semua orang tanpa melihat status kewarganegaraannya. Semua yang punya dokumen resmi bisa melewati jalan tersebut. Tapi, menurut warga Palestina, jalan tersebut hanya akan menguntungkan warga Israel yang tinggal di wilayah pendudukan Tepi Barat. (sha/c6/hep)