464 Kg Ganja Dimusnahkan

Net ilustrasi

BANDA ACEH (RA) – Sebanyak 464 kg ganja dan 7,5 ons sabu dimusnahkan di Balai Kota, Kota Banda Aceh. Kegiatan pemusnahan barang bukti ini merupakan kerjasama Pemko Banda Aceh dalam hal ini Kesbangpolinmas Kota Banda Aceh dengan jajaran Polresta Banda Aceh, Senin (28/1/2019).

Pemusnahan dimulai dengan narkotika jenis sabu. Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Kapolresta, Kombes Pol Trisno Riyanto, Ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah dan Kajari Aceh Besar, Mardani memusnahkan barang haram ini dengan cara memblender.
Usai memusnahkan sabu, Walikota kemudian memusnahkan ganja dengan cara membakar.

Hampir 1/2 ton ganja yang telah ditempatkan di wadah beralaskan seng dibakar oleh Walikota, Kapolresta, Ketua DPRK Banda Aceh, Kajari Aceh Besar dan Kasdim mewakili Dandim 0101/BS.

Baca juga : Banda Aceh Punya Gampong Anti Narkoba

Aminullah mengatakan peredaran narkoba saat ini menjadi salah satu ancaman nyata yang sangat meresahkan. Menurutnya, selain sebagai bentuk perbuatan melawan hukum dan dilarang oleh agama, peredaran narkoba juga merupakan musuh bangsa yang harus diberantas di seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Katanya, berdasarkan data, tingkat kriminalitas yang ditangani oleh pihak Polresta Banda Aceh, 99 persen pelaku kriminalitas adalah pengguna narkoba.

Kapolresta Ajak Dukung Program P4GN

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kata Kapolresta, pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Banda Aceh menjadi tanggungjawab semua elemen.

Semua instansi sama sama diminta melakukan pencegahan, penindakan dan pereradaran narkotika di tempat masing masing sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018.

Dalam kesempatan ini Kapolresta juga menjelaskan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penangkapan yang dilakukan personil Sat Res Narkoba Polresta Banda Aceh pada bulan Oktober 2018 lalu.

Katanya, narkotika jenis sabu sebanyak 758,15 gram atau sekitar 7,5 ons, dengan rincian ditangkap dari tersangka berinisial NH (618,06 gram) di wilayah Kuta Baro Aceh Besar.

Sisanya, dari tersangka inisial SM dan EZ yang ditangkap pada bulan Nopember 2018 di wilayah Lhoknga Aceh Besar dari pengembangan perkara dari wilayah Banda Aceh. Saat itu petugas menemukan barang bukti 140,09 gram.

Kemudian narkotika jenis ganja merupakan barang bukti dari tersangka berinisial MH yang ditangkap di wilayah Kecamatan Lueng Bata seberat 114,40 gram (104 bal). Ketika dilakukan pengembangan perkara petugas berhasil menangkap dua orang tersangka lainnya dengan inisial FZ dan JF di wilayah Aceh Besar.

Barang bukti yang disita dari FZ dan JF berjumlah 350,306 gram (320 bal. Dimusnahkan sebanyak 319 bal dan 1 bal untuk pembuktian di persidangan. Seluruhnya ganja yang dimusnahkan di Balai Kota mencapai sekitar 464 kg.

Dalam kesempatan ini, Kapolresta menyampaikan apresiasi kepada Walikota dan jajaran yang dinilai memiliki komitmen yang kuat memberantas penyalahgunaan narkoba di Banda Aceh. “Komitmen yang ditunjukkan Walikota dan jajaran dalam memberantas narkoba sangat tinggi. Kami sangat mengapresiasi, mari sama-sama kita dukung,” ajak Kompol Trisno Riyanto. (ra).