BPBK Abdya Tanggulangi Darurat Irigasi Krueng Panto

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya menanggulangi secara darurat irigasi yang jebol diterjang banjir di Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Senin (28/1). RAHMAD/RAKYAT ACEH

BLANGPIDIE (RA) – Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya tanggulangi perbaikan darurat Irigasi yang jebol diterjang banjir di Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee.

 

Kepala BPBD Abdya Amiruddin, Senin (28/1) mengatakan, Irigasi Krueng Panto yang mengairi air ke ratusan hektar sawah yang terdapat di sejumlah gampong terpaksa segera ditanggulangi perbaikannya.

 

Karena seperti diketahui, Irigasi yang jebol itu mengairi banyak gampong seperti, Gampong Krueng Panto dan Blang Makmur serta sejumlah gampong tetangga yang juga memanfaatkan air dari irigasi untuk kebutuhan sawah masyarakat di sana.
Namun naas, saat hujan lebat yang melanda kawasan itu, Irigasi itu tidak dapat menahan besarnya debit air yang datang akibat lebatnya hujan. Sehingga Irigasi menjadi jebol dan ambruk, akibat dari itu sekarang ini berdampak pada ratusan hektar sawah milik masyarakat kekurangan air.

 

“Tapi alhamdulillah, sekarang ini sudah bisa teratasi setelah menempuh berbagai pertimbangan dan kesepakatan, kita mengambil sikap secepatnya menanggulangi perbaikan darurat Irigasi yang ambruk itu,”katanya.

 

Disebutkan, penanggulangan darurat yang dilakukan pihaknya dengan menyusun batang pohon kelapa sepanjang hampir 30 meter dari kerusakan irigasi dimaksud. Dan pihaknya juga mengerahkan satu unit alat berat Beco.

 

“Selama perbaikan itu, anggaran yang tersedia Rp 25 s/d 30 juta. Kita libatkan sekitar 50 masyarakat setempat dan pihak Muspika Kuala Batee. Perbaikan Irigasi ini sudah memasuki hari keempat kita kerjakan,”kata Amiruddin.

 

Menurutnya, tujuan penanggulangan secara darurat ini supaya program tanam serentak padi tidak terganggu di Kecamatan Kuala Batee. Karena diketahui di sana itu, ada ratusan hektar sawah produktif yang sedang menyemai benih, dan tentunya sangat membutuhkan air dari Irigasi tersebut.

 

“Kalau Irigasi gagal diperbaiki, maka taruhannya ratusan hektar sawah tidak bisa digarap.
Makanya demi menyelamatkan petani, kami harus memikirkan supaya Irigasi selesai dikerjakan tepat waktu. Masalahnya, petani di sana mengakui kalau mereka semua gagal tanam padi akibat tidak ada Irigasi itu, maka mereka akan beralih menanam jagung,”tutupnya. (mag-80/han).