Merasa Ditipu Warga Subulussalam Lapor Toko LHA ke Polsek

Rakyat Aceh

SUBULUSSALAM (RA) – Puluhan warga Kota Subulussalam mendatangi Toko Lux Home Applience (LHA) yang menjual produk elektronik sistem voucher yang berkantor di Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Senin (28/1).
Pasalnya, sejumlah warga mengaku terhipnotis dan merasa ditipu karena barang yang dibeli tidak sesuai harga yang dijual dengan harga di pasaran, dan sistem yang dilakukan terkesan mengelabui warga, dengan cara ditelepon pihak LHA dengan alasan mendapat nomor Handphone warga melalui acak.

 

“Kami sudah tertipu, cara yang mereka lakukan, kami disarankan untuk membeli tiga jenis barang elektronik seperti Home Teater, Kompor Listrik dan Mineral Water. Harga ketiga jenis barang elektronik itu konsumen harus membayar Rp 3.390.000. Saya pada waktu itu pas bawa uang langsung saya bayar dan ternyata setelah saya cek harga ketiga jenis barang itu di pasaran jauh lebih murah sampai dua kali lipat,” kata Dear yang mengaku menjadi salah satu korban.

 

Ternyata gaya baru penimpuan ini diduga telah banyak memakan korban, karena setiap warga yang dihubungi disuruh datang ke toko LHA untuk mengambil bingkisan. Setelah ke toko, warga diwawancarai dan diberikan bingkisan berupa gelas, dan selanjutnya kertas berupa voucher minta para korban untuk menggesek. Kebanyakan konsumen yang menggesek voucher tersebut jenis platinum yang berarti mendapat hadiah sebesar Rp 10 juta.

 

Anehnya, saat konsumen mendapat panggilan melalui handphone, pihak LHA meminta agar tidak membawa kawan dan disarankan datang sendiri. Lalu, setelah konsumen masuk ke toko, beberapa karyawan LHA langsung mengerumuni calon konsumen dan setelah terlihat isi voucher tersebut yang digesek bertuliskan platinum, maka karyawan LHA yang mengerumuni konsumen langsung tepuk tangan dan memberikan ucapan selamat karena mendapat hadiah tertinggi.

 

“Jadi cara seperti inilah yang mereka lakukan, setelah diproses dilantai satu, konsumen juga dibawa ke lantai dua seperti diintogerasi dan sengaja diiming-imingi dapat hadiah “tambah Dear yang juga dibenarkan para korban lainnya.

 

Senada dengan itu juga diungkapkan Nispulaini, warga Desa Bakal Buah juga mengaku mengalami nasib yang sama. Pada tanggal 17 Januari lalu, Ia mendapat telepon dari pihak LHA dan menyuruh datang ke kantor untuk mengambil bingkisan. Sesampai di kantor, kata Nispulaini, Ia diwawancarai dan diberi bingkisan yang berisi 5 buah gelar. Lalu katanya, karyawan LHA menjelaskan bahwa akan memberikan hadiah yang lebih besar yaitu 3 jenis, tetapi harus membayar Rp 3,390.000. Karena pada waktu itu Ia tidak ada membawa uang, maka Nispulaini pulang ke rumah dan meminjam uang dari tetangga.

 

Sore harinya, Nispulaini mendatangi kantor LHA dan menyerahkan uang sesuai permintaan karyawan dan menerima tiga jenis barang elektronik Home Teater, Kompor Listrik dan Mineral Water. Nispulaini pun mengaku tidak mengecek harga barang tersebut di pasaran. Namun, setelah sampai ke rumah, adik Nispulaini mengatakan bahwa dirinya telah ditipu karena harga tidak sesuai di pasaran.

 

Mendapat penjelasan dari adiknya, pagi harinya Nispulaini kembali mendatangi kantor LHA dengan maksud mengembalikan barang tersebut ” pada waktu saya mau kembalikan, karyawan LHA menyebutkan bahwa mereka bisa saja melaporkan saya karena mencemarkan nama baik. Saya jadi takut dan pulang ” kata Nispulaini yang turut datang ke kantor LHA.

 

Dari beberapa konsumen yang langsung mendatangi kantor LHA pada kejadian tersebut mengaku rata-rata mengalami kerugian Rp 3.390.000 dan langsung membuat laporan ke Mapolsek Penanggalan. Warga berharap kepada Polisi untuk segera mengusut kasus yang berkedok bingkisan tersebut.

 

Atas kejadian itu, personel Polsek Penanggalan langsung turun ke lapangan dan mengamankan 10 dari 14 orang karyawan LHA beserta 30 unit barang elektronik ke Mapolsek Penanggalan.

 

Kapolsek Penanggalan Iptu Aripin Ahmad saat diwawancarai di lokasi menjelaskan, bahwa ada sejumlah warga yang merasa tertipu. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan mendalami permasalah tersebut dengan membawa karyawan LHA bersama barang elektronik ke Mapolsek.

 

Sebab, beberapa warga ada sebagian emosi sehingga pihaknya mengamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 

“Kita sudah mengecek, keberadaan toko LHA tersebut tidak memiliki izin dari pemerintah. Sebab, ratusan yang turut mendatangi kantor LHA tersebut juga hadir Kepala Dinas Perizinan, Camat Penanggalan dan Kepala Desa Penanggalan Barat.

 

Saya himbau kepada warga yang merasa dirugikan dan pernah mengalami kejadian yang serupa untuk datang ke Polsek Penanggalan dengan membawa faktur yang diberikan dari pihak LHA, kita akan dalami kasus ini,” kata Aripin (lim/han)