Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 30 Jan 2019 05:24 WIB ·

Dua Personil Polres Nagan Raya Dipecat


 Dua Personil Polres Nagan Raya Dipecat Perbesar

SUKA MAKMUE (RA) – Dua personel Polres Nagan Raya diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH), pada upacara pelapasan baju dinas yang berlangsung di halaman Mapolres setempat, kompleks perkantoran Suka Makmue, Selasa (29/1).

Dalam upacara tersebut hanya Briptu Abdul Haris yang hadir, sedangkan Briptu M Taufik Hidayat tidak datang, karena sudah meningalkan dinas sejak 2017.

Briptu Abdul Haris setelah mengikuti upacara PTDH, Abdul Haris harus menjalani masa tahanan 1,5 bulan lagi di LP Aceh Barat Daya (Abdya).

Upacara dipimpin Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto dalam kesempatan itu mengatakan, pelaksanaan upacara PTDH terhadap Briptu Abdul Haris, karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri yaitu melakukan penyalahgunaan narkoba.

Sedangkan Briptu M Taufik Hidayat, yang bersangkutan melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri yaitu meninggalkan tugasnya secara tidak sah selama lebih dari 30 hari berturut-turut.

“Keputusan PTDH ini tentunya tidak diambil dalam waktu singkat tetapi sudah melalui proses pemeriksaan, wanjak serta sidang kode etik profesi Polri, sehingga terbit keputusan Kapolda Aceh,” kata Kapolres AKBP Giyarto.

Keputusan Kapolda Aceh itu tentang pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas Polri sesuai peraturan pemerintah nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri, Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri dan Perkap nomor 19 tahun 2012 tentang susunan organisasi dan tata kerja komisi kode etik Polri.

Pemantapan reformasi internal Polri dengan menegakkan aturan-aturan kode etik dan profesi Polri dalam rangka mewujudkan kedisiplinan dan soliditas internal yang baik, maka langkah ini harus diambil.

Selain itu juga dalam rangka menjalankan kebijakan Kapolda Aceh untuk perbaikan kultur personel Polri diantaranya tindak tegas anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika.

Kepada Abdul Haris, semoga dapat menerima keputusan ini dengan lapang dada, walaupun tidak lagi menjadi anggota Polri. “Saya berharap sebagai warga negara yang pernah dididik menjadi anggota Polri agar tetap memiliki hubungan emosional dengan polisi dan menjadi mitra polri dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif ditengah masyarakat,” kata Kapolres.

“Kami semua mendoakan semoga dapat menjalani kehidupan yang lebih baik sehinga menjadi orang yang lebih sukses dalam keluarga maupun ditengah masyarakat.” (ibr/han)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kodim 0102/Pidie Gelar Tes Kesegaran Jasmani Periodik I 2024 dan UKP

22 May 2024 - 14:27 WIB

Arah Baru HMI Aceh, Bersama Muhammad Fadli Wujudkan HMI ‘Meuseuraya’

22 May 2024 - 13:45 WIB

Satgas Stunting Puji Reaksi Cepat PUPR Aceh Barat

21 May 2024 - 19:34 WIB

Pemkab Pidie Jaya Pertahankan WTP ke 10

20 May 2024 - 14:37 WIB

Salman Alfarisi Pertama Dapat Dukungan dari PNA

19 May 2024 - 06:22 WIB

 Generasi Muda Harus Hormati dan Lestarikan Budaya Simeulue

17 May 2024 - 16:24 WIB

Trending di DAERAH