Myanmar Bebaskan 14 Nelayan Aceh

Nelayan Aceh Timur yang sempat ditahan Myanmar foto bersama staf Sapa dan Peduli, Nasharuddin (kanan) dan pihak KBRI Yangon, Myanmar di Masjid KBRI. Foto: Ist

BANDA ACEH (RA) – Setelah sempat ditahan pemerintah Myanmar sejak November tahun lalu, 14 nelayan Aceh akhirnya dibebaskan. Namun menurut Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah seorang lainnya, tetap ditahan untuk menjalani proses hukum.

Nelayan yang dibebaskan rencananya akan diserahkan hari ini pada Pemerintah Aceh. Mereka diserahkan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Uni Myanmar, Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri.

“Besok (hari ini) penyerahan secara resmi dari dubes ke Pemerintah Aceh,” tegasnya, Selasa (29/1).

Setelah diterima Pemerintah Aceh, para nelayan tersebut segera dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, LBBP melaporkan ke Pemerintah Aceh patroli Angkatan Laut (AL) Myanmar menemukan kapal Bintang Jasa di perairan dekat Than Island, Selasa (6/11/2018).

Saat didatangi kapal patroli para nelayan melompat ke laut. “Dari 16 orang nelayan yang melompat ke laut, 15 orang berhasil diselamatkan,” sebutnya.

Para nelayan berikutnya dibawa ke Markas AL Myanmar di Kawthaung. Selanjutnya dipindahkan ke kantor polisi Kawthoung.

Polisi setempat memeriksa nelayan Idi selama dua hari, sebelum dipindahkan ke Penjara Kawthoung yang ada di bawah Otoritas Kementerian Dalam Negeri Myanmar.

“KBRI Yangon sudah menugaskan PF. Protkons, beserta dua lokal staf untuk berkoordinasi, menjumpai dan bertemu secara langsung para nelayan yang ditahan,” sebutnya lagi. (rif/mai)