OKP Galang Dana untuk Bayi Bocor Jantung

ILUSTRASI

SUBULUSSALAM (RA) – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda dan lembaga lainnya menggelar aksi sosial dengan turun ke jalan untuk menggalang dana perobatan bayi, Rifqi Hamizan, warga Desa Jabi-jabi, Kecamatan Sultan Daulat, yang menderita bocor jantung.

Adapun OKP dan lembaga yang turut menggelar aksi sosial tersebut diantaranya, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam, KNPI, Bigez, IPA, GPS, PKH, IPPKS dan PGK. Mereka menggelar aksi penggalangan dana dipusatkan didepan lapangan beringin dengan membawa kardus dan menyodorkan kepada pengguna jalan yang melintas.

Aksi tersebut digelar selama satu Minggu dan hasil penggalangan dana tersebut akan diserahkan kepada keluarga yang turut mendampingi ke Banda Aceh. Ketua YARA Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, saat berada dilapangan menjelaskan, aksi tersebut bukan hanya diperuntukan untuk biaya Pendampingan Rifqi Hamizan, tetapi juga buat Salmah warga Desa Subulussalam Utara yang menderita tumor dibagian perut.

Untuk Salmah kata Edi, pihaknya sudah memberangkatkan ke RSUDZA Banda Aceh dan tinggal mengikuti operasi.
Sedangkan untuk Rifqi Hamizan rencananya akan diberangkatkan besok ke RSUDZA yang turut didampingi keluarganya.

“Untuk adik kita Rifqi, Insya Allah besok akan kita berangkatkan ke Banda Aceh. Saat ini kita lagi mengumpulkan dana untuk biaya hidup orangtuanya selama mendampingi Rifqi di Banda Aceh. Sebab, alasan sampai sekarang mereka belum berangkat dikarenakan biaya hidup selama di Banda Aceh tidak ada, karena orangtua Rifqi kurang mampu. Makanya kita bergerak,” kata Edi, Selasa (29/1).

Keadaan Rifqi saat ini, tambah Edi sangat memperhatikan dengan posisi badan semakin kurus dan selalu menangis karena kesakitan. Sementara, Rifqi bersama ibunya tinggal di rumah neneknya yang bekerja sebagai buruh pengering daun puri.

Yang sangat memilukan, tutur Edi, disaat nenek Rifqi yang berumur 65 tahun membeli obat sirup seharga Rp50 ribu. Dengan keterbatasan ekonomi, nenek Rifqi yang bernama Kamariah tidak bisa membeli karena keterbatasan uang. “Mengetahui hal itu kita langsung turun dan bertekad untuk membantu Rifqi agar di rujuk ke Banda Aceh,” tambah Edi. (lim/han)