Ilustrasi, industri kendaraan yang menerapkan teknologi robot. (Dok. JawaPos.Com)

Harianrakyataceh.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, masyarakat harus mempunyai keahlian atau skill yang tinggi menghadapi revolusi industri 4.0. Pasalnya, jika tidak punya keahlian, posisi mereka akan digantikan oleh robot -robot era revolusi industri.

“Jadi jangan masuk dalam jajaran skill rendah. Harus mempunyai skill menengah kalau bisa tinggi. Jadi skill yang harus diperbaiki kemampuan analitik, kemampuan inovasi, kreatifitas, originalitic, kemampuan problem solving, leadership emotional inteligen,” paparnya usai acara Wisuda Perbanas di Jakarta Convention Center (JCC) Kawasan Gelora Bung Karno, seperti diberitakan Selasa (5/2).

Bambang menyebut, beberapa jenis sektor pekerjaan yang bakal dijalani oleh robot pada revolusi industri 4.0.

Bappenas: Songsong Industri 4.0, SDM Miskin Skill Digusur RobotMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Romys / JawaPos.com)

“Ada beberapa sektor yang terkena otomatisasi, pertanian bisa separuhnya, manufaktur 65 persen, ritel berkurang 53 persen, konstruksi diganti dengan robot 43 persen, transportasi bisa sampai 64 persen,” jelasnya.

Namun demikian, mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ini menuturkan, tergerusnya jenis pekerjaan tersebut tak akan meningkatkan pengangguran di masa depan.

“Kalau ada pekerjaan hilang bukan berarti pengganguran naik, karena pekerjaan hilang itu hanya jenisnya, tapi orangnya kalau bisa beradaptasi dia akan bisa mencari pekerjaan lain, pekerjaan lain pekerjaan yang survive di revolusi industri,” tuturnya.

Sementara, Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas (Perbanas Institute) menyebut saat ini industri keuangan diseluruh dunia termasuk Indonesia menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan jaman yang semakin cepat dan global serta memasuki era disrupsi teknologi yang bergeser pada era Revolusi Industri 4.0.

Ketua Yayasan Pendidikan Perbanas (YPP) Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, tantangan baru ke depan harus dapat diantisipasi. Pesatnya perkembangan teknologi era revolusi industri 4.0 berpengaruh terhadap karakteristik pekerjaan yang ada saat ini. Keterampilan dan kompetensi menjadi hal pokok yang perlu diperhatikan.

Menurutnya, empowering human talent adalah kunci kemajuan bagi Indonesia. Setelah pembangunan infrastruktur dilanjutkan pengembangan sumber daya manusia, masyarakat juga perlu menguasai bahasa-bahasa teknologi baru.

“Karena Indonesia memerlukan sekitar 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi digital pada tahun 2030,” imbuhnya.

Sementara itu Rektor Perbanas Institute Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec mengatakan, Industri keuangan dan perbankan menjadi salah satu bidang yang merasakan secara langsung dampak dari Revolusi Industri 4.0.

Pasalnya, Saat ini berkembang dengan pesat beragam bentuk layanan keuangan dari berbagai perusahaan startup nonbank dalam bentuk digital yang dengan mudah diakses serta digunakan di manapun dan kapan pun juga.

“Hal ini tentunya menjadi tantangan dan juga pada saat yang sama membuka peluang khususnya bagi para lulusan Institut Perbanas untuk dapat melihat lebih jauh dan memanfaatkan teknologi guna menghasilkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan baik pada perusahaan tempat bekerja ataupun saat memulai perusahaannya sendiri,” tandas.

Editor           : Teguh Jiwa Brata
Reporter      : Romys Binekasri