Satu Keluarga Asal Nias Lafaskan Syahadat

Rakyat Aceh

TAPAKTUAN (RA) – Sebanyak 9 orang keluarga asal Nias, Sumut memeluk agama Islam, Rabu (6/2).

Pensyahadatan keluarga yang sebelumnya itu beragama Kristen Katolik disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Selatan, Amran dan Camat Kota Bahagia, T Muhassibi, beserta warga setempat, berlangsung di Masjid Buket Gadeng, Kota Gahagia, Aceh Selatan.

Wabup Amran, pada kesempatan itu berharap kepada seluruh keluarga mu’alaf untuk betul betul memperdalam pengetahuan islam dan masyarakat untuk dapat menerima keluarga mu’alaf ini serta memperlakukan layaknya keluarga sendiri, baik dalam pergaulan masyarakat maupun pendidikan.

“Dengan peristiwa bersejarah hari ini di Kecamatan Kota Bahagia, mari kita jadikan moment dalam peningkatan jati diri kita sebagai umat Islam dan meningkatkan amal ibadah sebagai contoh untuk warga mu’alaf ini.

Sekarang mereka ini adalah saudara seiman kita yang harus selalu kita bimbing dan di bantu agar mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak,” katanya.

Amran juga langsung menanyakan kepada mu’alaf “apakah dalam memeluk agama Islam ini ada paksaan dari pihak tertentu”, langsung kepala keluarga mu’alaf yang bernama M Ali menjawab “kami sekeluarga memang sudah lama ingin menjadi muslim dengan memeluk agama Islam.”

Wabup juga menyampaikan akan membantu biaya pembinaan dan biaya hidup melalui Baitul Mal setiap bulannya selama setahun untuk warga mu’alaf ini, sedangkan administrasi kependudukan para mu’alaf ini akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil untuk dibantu permudah administrasinya.

Mereka ini merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Setelah pensyahadatan nama mereka langsung di ubah, yakni Eli Zama Gulo diubah menjadi (Muhammad Ali), Suriani Halawa menjadi (Siti Hawa), Alius Gulo diubah menjadi (Muhammad Yunus), Herman Gulo menjadi (Harmaini), Sardilla Gulo diubah menjadi (Syarifah), Desmael Gulo menjadi (Darmi), Berkat Gulo diubah menjadi (Burhanudin), Regina Rina Gulo menjadi (Rafi ‘ah), Susinaria Gulo menjadi (Safirah). (yat/bai)