Tiket Pesawat Mahal, Pertamina Siap Turunkan Harga Avtur

Sebuah pesawat mendarat di Bandara Udara Lasikin, Kabupaten Simeulue, Kamis (6/2). AHMADI/RAKYAT ACEH

JAKARTA (RA) – PT Pertamina siap menurunkan harga avtur. Saat ini harga avtur yang tinggi dianggap menjadi salah satu penyebab harga tiket pesawat melambung.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid mengatakan, keuangan perseroan tidak akan terganggu meski harga avtur menurun. ’’Pertamina integrated oil and gas company,” kata Mas’ud di Kementerian BUMN, Selasa (12/2).

Menurut dia, keuntungan Pertamina masih bisa didapatkan dari sektor hulu seperti lifting minyak mentah. Di sisi lain, pemerintah bersedia mengkaji ulang kebijakan perpajakan avtur.

Hal itu menyusul keluhan pelaku usaha maskapai bahwa harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal 10–16 persen ketimbang yang dibeli maskapai ketika mengisi bahan bakar di luar negeri. Di Indonesia, avtur hanya dijual Pertamina sehingga tak ada perusahaan pesaing lain dalam bisnis itu.

Penjualan avtur di Indonesia dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen plus pajak penghasilan (PPh) 0,3 persen untuk penerbangan domestik. Pajak tersebut diberlakukan sejak 2003 sampai sekarang. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pengenaan pajak untuk penjualan avtur pada dasarnya harus mementingkan faktor persaingan usaha.

Dengan begitu, bisnis penjualan avtur dan harga jualnya harus dibandingkan dengan negara-negara lain. ’’Kami selalu bandingkan dengan Singapura, Kuala Lumpur. Kalau treatment PPN itu sama, ya, akan diberlakukan sama,” ucap Sri.

Review tersebut dilakukan agar harga jual avtur di Indonesia tidak memberatkan maskapai dan harga tiket pesawat tidak terlalu mahal. Sebab, masih banyak faktor dan komponen lain dari Pertamina yang juga membentuk harga jual avtur itu sendiri. (vir/rin/lyn/wan/c7/oki/jpg/ra)