Myanmar Kembali Tangkap Nelayan Idi

KM Troya, saat berlabuh di pelabuhan di kawasan Aceh Timur

IDI (RA) – Angkatan laut Myanmar kembali menangkap nelayan Idi, Aceh Timur. Kali ini, 24 nelayan yang harus berhadapan dengan hukum negeri berjuluk tanah emas tersebut, Rabu (6/2).

Kapal Motor (KM) Troya yang ditumpangi para nelayan tersebut dikabarkan memasuki perairan Myanmar. Informasi yang berhasil dihimpun, Troya meninggalkan pelabuhan Idi, Senin (28/1). Kabar penangkapan itu terungkap lewat pemberitaan media Myanmar.

“Ada 24 ABK dalam kapal yang dinahkodai Zulfadli. Penangkapan kapal mereka kita ketahui setelah tersebarnya beberapa berita dari Myanmar,” ujar Panglima Laot Idi, Razali, Rabu (13/2).

Ia mengakui pihaknya bahkan para nelayan setempat, sebelumnya tidak mendapat kabar apapun terkait KM Troya baik lewat saluran seluler maupun radio.

“Tidak ada komunikasi terakhir yang terpantau baik lewat komunikasi ataupun antar sesama kapal nelayan. Jadi kita belum bisa menghimpun kronologi sebenarnya,” imbuh Razali.

Sementara itu, Kepala UPTD PPN Kuala Idi, Ermansyah mengaku pihaknya telah berhasil mengidentifikasi para nelayan yang ditangkap. Ia juga memastikan jumlahnya mencapai 24 orang.

“Untuk tindak lanjut kami terus mencari data lengkap terhadap semua ABK, baik yang ada di crew list maupun tidak. Informasi tentang penangkapan sudah kami sampaikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Aceh untuk diteruskan lagi ke Gubernur Aceh dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia,” pungkas Ermansyah.

Sebelumnya, setelah sempat ditahan pemerintah Myanmar sejak November tahun lalu, 14 nelayan Aceh akhirnya dibebaskan. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Uni Myanmar, Irjen Pol. Prof. Dr. Iza Fadri menjelaskan pihaknya saat penangkapan terjadi telah melaporkan ke Pemerintah Aceh patroli Angkatan Laut (AL) Myanmar menemukan kapal Bintang Jasa di perairan dekat Than Island, Selasa (6/11/2018).

Saat didatangi kapal patroli para nelayan melompat ke laut. “Dari 16 orang nelayan yang melompat ke laut, 15 orang berhasil diselamatkan,” sebutnya.

Para nelayan berikutnya dibawa ke Markas AL Myanmar di Kawthaung. Selanjutnya dipindahkan ke kantor polisi Kawthoung. Polisi setempat memeriksa nelayan Idi selama dua hari, sebelum dipindahkan ke Penjara Kawthoung di bawah Otoritas Kementerian Dalam Negeri Myanmar. (mol/mai)