Abu Granat Pindah ke Gunung Sindur

Rakyat Aceh

LHOKSEUMAWE (RA) – Akhirnya, Irwan alias Abu Granat (41) narapidana teroris dari Lapas Kelas II A Lhokseumawe dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Ia berasal dari Gampong Blang Cot, Kecamatan Jumpa, Kabupaten Bireuen.

Sebelumnya, pasca kabur dari Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Abu Granat menyerahkan diri ke Posko Satgaswil Densus 88 di Medan, Sumatera Utara. Ia berhasil kabur, setelah mengelabui petugas Sipir ketika diberikan izin untuk menjenguk mertuanya sakit sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (30/1).

Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman, membenarkan, jika napi teroris yang menyerahkan diri itu sudah dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur.

“Irwan terpaksa dipindahkan untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Karena sejauh ini di Aceh belum ada rumah tahanan yang khusus menangani napi teroris,” ungkap Meurah Budiman.

Ia menjelaskan usai kabur dari Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Irwan menyerahkan diri ke Densus 88 di Medan. Tentu jika sudah ditempatkan di Rutan Gunung Sindur, Jawa Barat sangat cocok karena perlu pembinaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Apalagi, Rutan Gunung Sindur, termasuk Rutan yang dihuni para narapidana kasus terorisme di Indonesia.

Sementara Irwan sendiri terlibat dalam kasus aksi teror bom di rumah ibadah non muslim pada tahun 2016 lalu. Seperti teror bom di Vihara Buddha Tirta, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Bireuen. Ternyata setelah Tim Jibom mengurai benda yang diduga bom, hanya berisikan batu-bata yang dibungkus dengan koran dan dililit kabel.

Abu granat narapidana kasus terorisme berhasil kabur akan bebas pada 4 November 2020 dari Lapas Kelas II A Lhokseumawe. Masa hukuman yang diputuskan Pengadilan selama 4 tahun penjara. Irwan sudah menjalani hukuman sejak 2017 lalu di Lapas Kelas II A Lhokseumawe. (arm/mai)