Mulmed Divhumas Polri Gelar Workshop

Karo Multimedia Divhumas Polri, Brigjen Pol Budi Setiawan, menyerahkan plakat kepada Waka Polda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah, usai pembukaan workshop penguatan media sosial dan media online, di Banda Aceh, Senin (25/2). Baihaqi/Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Tim multimedia (mulmed) Divisi Humas Polri yang dipimpin Karo Multimedia Brigjen Pol Budi Setiawan, bersama Bidhumas Polda Aceh menggelar workshop selama dua hari di Banda Aceh.

Pada workshop penguatan tim media sosial dan media online yang dibuka Waka Polda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah, diikuti para Kasubbag Humas seluruh Polres di Aceh beserta empat staf dan pejabat PPID satker Polda Aceh.

Pada pembukaan Waka Polda menyampaikan apresiasi kepada Divhumas Polri atas dilaksanakannya kegiatan ini.

“Saya berharap kesempatan ini dapat dijadikan media yang aplikatif dan bermanfaat untuk mempertajam pemahaman kehumasan dalam mengelola media sosial dan media online di Polda Aceh,” kata waka Polda Aceh, Senin (25/2).

Ia berharap agar kegiatan hari ini dapat berjalan efektif dan produktif dalam mencari solusi terhadap permasalahan teknis yang berkaitan dengan tugas-tugas kehumasan sehingga menghasilkan persamaan persepsi dalam membangun sinergitas pelaksanaan tugas di lapangan.

“Pengelolaan media sosial dan media online secara maksimal dapat terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif serta terwujudnya penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 secara dengan sejuk, aman dan damai di Aceh,” kata Waka Polda.

Sementara itu, Karo Multimedia, Brigjen Pol Budi Setiawan mengatakan, Divisi Humas Polri khususnya Biro Multimedia saat ini sangatlah diperlukan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi di dunia maya.

“Karena itu, penguatan tim media sosial di Polda Aceh dan jajaran sangatlah dibutuhkan dalam rangka menjaga sentimen positif terhadap pembangunan dan kehidupan bangsa, khususnya institusi Polri yang terjadi di media online dan media sosial,” katanya.

Budi sangat mengapresiasi Polda Aceh, dalam kunjungan bapak Kapolri beberapa hari yang lalu, disampaikan bahwa kondisi Aceh cukup aman, tidak ada lagi gangguan-gangguan dimana semua event besar yang berlangsung di Aceh berlangsung dengan baik, baik event olahraga, event seni semua berlangsung dengan baik.

Namun, perlu dijadikan perhatian khusus, mengingat salah satu dinamika yang menonjol di kalangan masyarakat adalah perkembangan penggunaan teknologi informatika dan komunikasi.

Media sosial khususnya, kini marak digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat mulai dari masyarakat sebagai pemilih, pendukung, tim kampanye, hingga calon presiden, wakil presiden dan legislatif itu sendiri.

Bahkan, aktifitas kampanye secara online dan interaksi masyarakat, kandidat dapat mempengaruhi keamanan, melihat penggunaan media sosial kadang tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Media sosial banyak disalahgunakan secara masif untuk hal-hal negatif seperti hate speech, provokasi, black campaign, isu sara, hoak, radikalisme dan sebagainya.

“Yang menjadi permasalahan adalah ketika di antara pendukung melakukan kampanye negatif dan berujung pada saling konflik, konten-konten negatif berupa fitnah dan menyinggung personal/SARA dapat menyebabkan munculnya masalah keamanan.

Konsenkuesi yang didapatkan dari maraknya penggunaan media sosial ini mengancam kamtibmas seperti yang dapat dilihat dari dikeluarkannya UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE),” kata Karo Mulmed.

Karena itu diharapkan keikutsertaan seluruh anggota Humas untuk berperan aktif mendukung tugas tersebut guna tercapainya situasi kamtibmas yang kondusif di media online dan media sosial wilayah hukum Aceh. (bai)