PIM Investasi 1 Triliun

Presiden Direktur PT PIM, Husni Achmad Zaki, Direktur Produksi, Teknik dan Pengembangan, Pranomo Tri Nusantoro, Direktur Komersil, Rochan Syamsul Hadi dan Direktur SDM & Umum, Usni Syafrizal saat silaturrahmi dengan wartawan, Senin (25/2). PT PIM melakukan pengembangan perusahaan dengan membangun pabrik pupuk NPK dengan nilai investasi RP 1 Triliun. IDRIS BENDUNG/RAKYAT ACEH

Bangun Pabrik NPK 500 Ribu Ton

LHOKSEUMAWE (RA) – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) tahun ini membangun pabrik pupuk Nitrogen, Phospor, Kalium (NPK) kapasitas 500 ribu ton pertahun. Pengembangan itu merupakan bentuk komitmen pada visi perusahaan pupuk dan petrokimia yang kompetitif.

Presiden Direktur PIM, Husni Achmad menyebutkan pembangunan pabrik NPK menghabiskan investasi Rp1 triliun. Ia optimis, pabrik tersebut dapat membuka lapangan kerja baru serta mendorong peningkatan hasil panen para petani.

“Bila mengutip penjelasan pak Dahlan Iskan (mantan menteri BUMN-red) dahulu, pupuk majemuk atau NPK bisa meningkatkan hasil panen padi dari lima ton per hektar menjadi tujuh sampai delapan ton per hektarnya,” ujar Husni saat mereyakan ulang tahun PIM ke 37 bersama wartawan, Senin (25/2).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Produksi, Teknik dan Pengembangan Pranowo Tri Nusantoro, Direktur Komersil, Rochan Syamsulhadi dan Direktur SDM & Umum, Usni Syafrizal.

Husni juga optimis pupuk NPK bakal berkembang apalagi harganya lebih murah. Selain itu, petani juga tidak perlu lagi menggunakan pupuk asal Cina.

“Awal Maret pembangunan pabrik pupuk NPK dimulai. Rencana selesai pembangunan pabrik 28 bulan. Selama masa kontruksi diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja 700-800 orang. Ya, pertengahan tahun 2021 pabrik sudah selesai,” kata Husni.

*Beli Pabrik Pupuk AAF

Lokasi pabrik pupuk Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang berada di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dibeli PT PIM seharga Rp624 Miliar. Menurut Husni, pembelian lahan pabrik pupuk patungan negara Asean itu termasuk pelabuhan umum dan sebagian rumah karyawan PT AAF.
“Ada 349 rumah. Sedangkan 244 unit lagi sudah dijual pada karyawan AAF. Jadi itu tidak termasuk aset,” kata Husni.
Lebih lanjut sarjana lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Jakarta pada tahun 1986 dan Bachelor of Business dari University of Wisconsin USA pada tahun 1989, menyebutkan memanfaatkan dua tangki PT AAF dan memperluas pelabuhan perusahaan PT PIM.
“Kapasitas pelabuhan yang besar akan mempermudah membawa produk perusahaan kami mencapai 20 ribu ton,” pungkasnya. (ung/mai)