BUMDes di Simeulue Dapat Bantuan Dari Kemendes PDTT RI

Zulfikar (40), pelaku usaha garam tradisional di Kabupaten Simeulue, mengecek tenda tempat ?memproses air laut menjadi garam. Rabu (27/2). Ahmadi/Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Lima desa yang ada di Kabupaten Simeulue, mendapat suntikan dana bantuan modal pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia, tahun 2018 lalu.

Bantuan dari Kemendes PDTT RI, untuk Kabupaten Simeulue sebanyak Rp250 juta dan kepada masing-masing desa mendapatkan Rp50 juta, untuk kepentingan modal pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dikelolah di lima desa itu.

Adapun kelima BUMDes desa yang mendapat bantuan dari Kemendes PDTT RI itu yakni, BUMDes Luan Balu, Kecamatan Teluk Dalam, untuk pengadaan satu unit perahu pariwisata Pulau Pinang dan modal pangkalan minyak desa.

BUMDes Lamamek, Kecamatan Simeulue Barat, untuk tambahan modal pengembangan usaha warung Desa. BUMDes Lewak, Kecamatan Alafan, untuk pengadaan perahu nelayan dan dua unit fasilitas teratak lengkap.

BUMDes Sebbe, untuk pengadaan satu unit kenderaan roda tiga jenis becak viar alat angkut air bersih serta peningkatan Reverse Osmosis (RO) air minum milik desa dan terakhir BUMDes Kuta Inang, untuk tambahan modal toko bangunan milik desa.

Sedangkan untuk tahun 2019, sedang diusulkan sebanyak 15 BUMDes dari 138 desa yang ada di Kabupaten Simeulue, hal itu dijelaskan Ali Afwan, Kabid Pemberdayaan masyarakat Mukim dan Desa, BPMD, Rabu (27/2).

“Tahun 2018 lalu, ada lima BUMDes yang mendapat dana bantuan dari Kemendes PDTT RI dan tahun 2019, sudah kita usulkan lagi sebanyak 15 BUMDes, namun belum mendapat informasi apakah dikabulkan atau tidak,” katanya. (ahi/han)