ISEI Bantu Korban Kebakaran

SABANG (RA) – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh, Makmur Budiman SE, serahkan bantuan kepada korban kebakaran di Sabang, Selasa (26/2).
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai Rp.7,5 juta, kepada tiga keluarga yang mengalami musibah kebakaran beberapa hari lalu.
Pada kesempatan itu juga, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi lokasi musibah, sekaligus juga menyerahkan bantuan masa panik.

 

“Pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian kita kepada keluarga korban yang tertimpa musibah kebakaran.

 

Dan ini merupakan tugas kita selaku umat islam untuk saling tolong-menolong dalam berbuat kebaikan.
Insya Allah, dengan bantuan tersebut, paling tidak bisa sedikit meringankan beban mereka,” kata Ketua ESEI Aceh, Makmur Budiman.

 

Disebutkan, bantuan diberikan kepada tiga keluarga masing-masing Rp. 2,5 juta, untuk keluarga Sumadi Wongso, keluarga Marlin dan keluarga Sukma Putri Anggraini.

 

Akibat dari kebakaran yang terjadi pada 21 Februari 2019 tersebut, kini ketiganya harus pengungsi ke rumah sanak familinya, karena rumah mereka rata diamuk si jago merah .

 

“Ini merupakan suatu cobaan yang harus mereka hadapi, karena sudah pasti ada hikmah terbesar setiap Allah SWT, memberikan cobaan kepada hambanya,” ujarnya.

 

Sementara pada kesempatan yang sama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, juga menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran secara simbolis.
Kedatangan rombongan Plt Gubernur tersebut, disela kegiatan acara seminar umum yang diselenggarakan BPKS.
“Kita menyempatkan diri berkunjung di sini untuk melihat para korban kebakaran, sekaligus menyerahkan bantuan,”kata Nova Iriansyah.

 

Melalui skema bantuan dari Dinas Sosial, pada kesempatan itu, diberikan bantuan selain sandang pangan, juga bantuan perlengkapan masa panik, seperti seng, bahan-bahan bangunan, kompor dan tabung gas.

 

“Kita harapkan bantuan yang diberikan ini bisa digunakan sebaik- baiknya. Jangan sampai ada penyimpangan.
Kepada masyarakat, terutama tetangga di sekitar rumah korban yang terkena musibah, untuk bisa saling membantu dan saling gotong-royong,” ujarnya. (han)