Merintis Harapan Baru di Teluk Sinabang

Keterangan foto: Zulfikar Zain Tisa, memperlihatkan hasil usaha garamnya. Rabu (26/2). Ahmadi/Rakyat Aceh.

Usai menerima Adhikarya, Zulfikar Zain Tisa merintis usaha garam. Di tepi teluk Sinabang, ia berjuang membuka lapangan kerja dan berbagi kristal asin itu.

Ahmadi – Simeulue

Zulfikar Zain Tisa (40), warga Desa Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur menerima penghargaan Adhikarya dari Presiden RI Joko Widodo, tahun 2015 lalu. Penghargaan itu diraih setelah sukses atas usaha kerupuk berbahan teripang dan sagu.

Kini ayah dari dua orang anak itu, ditemani abang kandungnya Iswan Edi (60), merintis usaha garam di pinggiran Teluk Sinabang.

Suami Fitri memulai usaha barunya sejak dua bulan lalu. Sudah pula panen perdana. Hasilnya garam sebanyak 120 kilogram. Kemudian dijual pada pelaku usaha pengeringan ikan yang membutuhkan garam, dengan harga Rp5 ribu perkilo gramnya. Selebihnya ia bagikan kepada warga sekitar.

“Kita kaya dengan sumber daya alam dan di keliling air lautan, maka kita harus memanfaatkannya salah satunya air laut untuk diolah menjadi garam,” sebutnya. “Selama ini kebutuhan garam di Simeulue dipasok dari luar daerah dan Alhamdulillah, hasil usaha garam kita ini sudah panen perdana.”

Ia menilai potensi usaha garam di Simeulue, sangat baik serta tidak terpengaruh dengan cuaca alam, dan setelah berhasil dengan panen perdananya, akan mengajukan ijin usaha, serta berupaya untuk mendapatkan legalitas resmi dari pemerintah, seperti layak konsumsi untuk kesehatan dan sertifikat label halal.

“Saat ini kita baru ada dua fasilitas pengolahan garam, yakni penampung air laut dan penjemuran rangkap pengeringan dengan ukuran 5×15 meter, dan baru ada ijin usaha dari desa,” sebutnya.

Ia menjelaskan modal awal sudah habis Rp12 juta, serta berharap ada bantuan dana sebanyak Rp500 juta dari pemerintah. “Sebab kita targetkan tahun 2021 sudah lengkap fasilitasnya serta berproduksi secara maksimal dan telah dapat memenuhi kebutuhan garam untuk wilayah Kabupaten Simeulue,” imbuhnya.

Katanya, ia masuk dalam 80 orang terpilih dari seluruh Indonesia untuk mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo, selain atas usaha kerupuk juga usaha obat-obatan Minyak Ron Failen (obat luka luar), dan Kapsul teripang yang diberi nama Dai Ron (bisa obat). “Semuanya itu berbahan dasar teripang dan sagu,” sebutnya. (mai)