Aceh Ekspor Aglaonema ke Jepang

Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Tanaman khas Aceh, Aglaonema, memiliki daya tarik di pasar Jepang. Seorang pengusaha negara sakura, Tatsuya Nage, bahkan mengaku bakal mengekspor hingga 1.000 batang.

“Sesuai permintaan yang telah disepakati oleh pengusaha Jepang,” katanya.
Di negaranya, tanaman tersebut dijadikan hiasan yang memiliki nilai tinggi, bahkan harganya bisa mencapai 3.000 Yen perbatang. Sementara di Aceh, harganya hanya Rp125 ribu perbatang.

Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh mengekspor 100 batang via Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (2/3). Aglaonema itu, kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil dibawa langsung Tatsuya.

“Syukur Alhamdulillah kita mengekspor 100 batang ke Jepang,” katanya.
Ia menyebutkan tanaman itu merupakan budidaya petani lokal. Selain hiasan biasanya juga digunakan untuk obat herbal.

Ali berharap petani terus mengembangkan aglaonema, apalagi nilai jualnya cukup tinggi di luar negeri. “Nilai ekspor Aglaonema hari ini sampai Rp10 jutaan,” sebutnya.

Menurut Ali, aglaonema yang telah diekspor memiliki sertifikat dan lulus uji laboratorium Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh. (san/rif)