Batu Siambung-Ambung Alafan, ditetapkan menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kabupaten Simeulue, Sabtu (2/3). Ahmadi/Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Satu lagi lokasi objek wisata Batu Siambung-Ambung Alafan, yang ada di Kabupaten Simeulue, di tetapkan secara resmi oleh pemerintah setempat menjadi destinasi pariwisata, Sabtu (2/3).

Batu Siambung-Ambung, yang berada dipantai desa Lubuk Baik, Kecamatan Alafan atau sekitar 80 kilometer dari Kota Sinabang, ibukota Kabupaten Simeulue itu diresmikan menjadi destinasi pariwisata oleh Bupati Erly Hasim.

Dilokasi objek wisata itu, telah tersedia fasilitas pendukung yang dibangun pihak Pemerintah Aceh, tahun 2018 lalu dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar, yakni 5 unit gazebo, 5 unit kios, serta fasilitas MCK, sarana air bersih serta satu unit gapura.

Terkait telah diresmikan batu Siambung-Ambung Alafan, menjadi destinasi pariwisata Kabupaten Simeulue itu, dijelaskan Abdul Karim Kepala Dinas Pariwisata setempat kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (3/3).

“Pemerintah Kabupaten Simeulue, telah menetapkan Batu Siambung-Ambung Alafan, telah ditetapkan menjadi salah satu destinasi pariwisata, kemarin diresmikan oleh pak Bupati”, katanya.

Masih menurut Abdul Karim, meskipun telah ditetapkan menjadi destinasi pariwisata Kabupaten Simeulue, dan telah tersedia fasilitas yang ada, namun untuk fasilitas alat penerang seperti listrik, dan fasilitas jalan untuk masuk kelokasi masih darurat, sarana tempat ibadah dan parkir serta belum terjangkau yang jaringan komunikasi seluler.

Batu Siambung-Ambung Alafan, dapat dijangkau sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari kota Sinabang, melintasi sejumlah kecamatan di ruas jalan lingkar simeulue, dengan menggunakan kenderaan roda dua dan roda empat, meskipun jalan lingkar simeulue, masih sekitar 3 kilometer.

Untuk pengeloaan aset dan fasilitas yang tersedia disana, pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue, percayakan kepada lima warga setempat, Tirajida Sukdjaul, Samsaimin, Samsaudin, Sukjamir dan Suliana Sukdjihar.

“Dengan kehadiran satu destinasi wisata ini, dan sering dikunjungi oleh pelancong sehingga dapat meningkatkan sektor ekonomi masyarakat sekitar dan PAD, serta masyarakat harus terlibat langsung untuk menjaga asset dan aturannya”, imbuhnya.

Areal destinasi pariwisata batu Siambung-Ambung, memiliki daya tari batu yang menjorok kelaut, dengan panjang kurang dari 100 meter yang dapat didarati helikoper, serta batu mirip kapal laut dan juga cocok untuk menjadi lokasi memancing, karena dikeliling batu karang yang alami. (ahi/han)