Usut Kasus Dugaan Jual Lahan 40 Hektar

Rakyat Aceh

CALANG (RA) – Pemuda Gampong Paya Laot meminta pihak Kepolisian mengusut terkait diduga dijualnya lahan 40 hektar kepada salah seorang pengusaha senilai 1,4 Milayar yang seblumnya dijanjikan akan di berika kepada pemuda Gampong Paya Laot Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya, Minggu (3/3).

Sebagaimana yang dikatakan Ketua Pemuda Gampong Paya Laot Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya, Khairullah berawal memang awal mulanya aparatur desa mengakui lahan yang akan ditatami sawit tersebut dengan luas 40 hektar akan diperuntukan untuk pemuda, namun nyatanya kami tidak menerima lahan yang akan dibagikan kepada pemuda tidak diterima hingga saat ini.

Dirinya juga menambahkan hingga saat ini, lahan tersebut telah dikelola oleh salah seorang pengusaha, dan telah dibeli dengan dengan luas lahan 40 hektar tersebut senilai 1,4 Milyar perhektarnya dijual dengan harga 35 juta.

“sebelumnya kami telah meminta pengusaha yang membeli lahan tersebut telah bersedia untuk hadir saat rapat ditinggkat desa sementara pihak aparatur desa tidak bersedia hadir pada rapat tersebut”. Kata Khairullah

Kahairullah menambahkan awalnya kami berfikir lahan tersebut diperuntukan kepada pemuda namun kondisi tersebut terbalik padahal telah dimiliki oleh salah seorang pengusaha tersebut, dan kami sangat berharap kepada pihak kepolisian agar menindak lanjuti kasus tersebut hingga tuntaskan.

Dan kami memperjuangkan aspirasi pemuda tersebut telah bertahun-tahun bukan menuntut untuk kepentingan pribadi namun memang, untuk kepentingan umum sehingga sebagaimana yang telah dijanjikan tersebut dan kini lahan yang telah dimiliki oleh pengusaha tersebut agar dapat diperuntukan kepada pemuda, Harap Kahirullah.

Sementara Koordinator KMBSA (Komunitas Masyarakat Barat Selatan Aceh) Aceh Jaya Alfuadi menilai sejak beberapa tahun yang lalu adanya kesalahan Pemerintah dalam pemberian izin lahan sehingga terjadinya konflik lahan sehingga harus adanya penyelesaian agar masyarakat tidak dirugikan

Sebagaimana kasus yang sedang terjadi di Gampong Paya Laot tanah tersebut diperjual belikan oleh oknum aparatur desa serta masyarakat setempat yang dimotori pengusaha lokal harus segera ditindak lanjuti demi untuk kepastian hukum sebagaimana diharpkan oleh para pemuda, tukas alfuadi

Dengan adanya indikasi kasus tersebut maka kami sangat berharap kasus seperti ini harus ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku di Indonesia agar nantinya tidak ada lagi kasus yang sama, tujuan nya untuk mengurangi konflik sosial diantara masyarakat, Katanya.

Camat Setia Bakti Ag Suhadi mengungkapkan sebagaimana diketahui memang sebelumnya telah dilaksanakan mediasi antara aparatus gampong bersama pemuda di Kantor Camat namun kala itu kami berharap agar pesoalan tersebut untuk diselesaikan di tinggkat desa, “jika memang nantinya pihak-pihak yang merasa dirugikan akan membawa keranah hukum silahkan”.

Siapa yang makan cabe akan pedas katanya dan kami sangat berharap persoalan yang sedang terjadi antara aparatur desa agar dapat diselesaikan di tinggkat desa, Pungkas AG. (mag-67/han)