SMP Negeri 1 Seunagan Menjadi SSK

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri, menyerahkan cindera mata kepada Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham, pada acara launching SSK (Sekolah Siaga Kependudukan) dan pojok Kependudukan di SMPN 1 Seunagan, Rabu (6/3). Rakyat Aceh

SUKA MAKMUE (RA)- Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham SE, meresmikan SMP Negeri 1 Seunagan, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Rabu (6/3).

“Program siaga kependudukan dan pojok kependudukan ini menjadi kado yang sangat berharga untuk SMP Negeri 1 ini, dimana SMP itu merupakan sekolah rujukan nasional dan sekolah pertama untuk jenjang SMP di Aceh, yang ditetapkan sebagai sekolah siaga kependudukan,” kata bupati.

Latar belakang pembentukan SSK menurutnya, tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mensikapi akan datangnya era Bonus Demografi di Indonesia mendatang, dimana penduduk usia produktif (15-64 tahun) proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif (0-14 tahun) dan lebih besar dari 65 tahun.

“Isu yang paling dominan dewasa ini pada bidang kependudukan Indonesia adalah bonus demografi, yaitu penduduk dengan umur produktif sangat besar, sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak, apabila tidak disikapi dengan baik, justru akan membawa bencana bukan lagi berkah,” katanya.

Terlebih lagi menurutnya, masih banyak permasalahan sosial diantaranya, kualitas pendidikan penduduk pada usia produktif yang masih rendah, tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, penganguran, kualitas kesehatan dan masalah sosial lainnya.

Dalam kesempatan itu M Jamin Idham juga memberikan apresiasi kepada pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh yang telah memberikan program SSK tersebut.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada BKKBN Aceh, yang telah melaunching Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana, dalam mata pelajaran yang di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber peserta didik dalam upaya pembentukan generasi berencana,” sebutnya.

Dia juga berharap dengan adanya program SSK itu dapat memupuk kesadaran kondisi kependudukan kepada siswa.

“Harapan kami juga kepada BKKBN harus terus memonitor dan memberikan apa-apa yang dibutuhkan oleh siswa,”harapnya.

Kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kastri memberikan terobosan dimana siswa di Daerah setempat diberikan program perencanaan berkeluarga, sehingga hal itu menurutnya dapat memberikan manfaat dan kemajuan bagi masyarakat di Kabupaten Nagan Raya.

“Kami juga ingin menyampaikan kepada bapak bupati kalau bisa di Kabupaten Nagan Raya, kita dukung lagi ada pendidikan calon linto dan dara baroe (Calon pengantin pria dan wanita) yang mau menikah. Sehingga anak-anak kita juga akan paham ketika akan masuk kejenjang perkawinan, dan keluarga itu sudah terencana dengan baik, tentunya daerah itu akan lebih maju ke depan,” katanya.

Dalam acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MoU) oleh Kepala BKKBN Aceh, oleh Sahidal Kastring dengan Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Nagan Raya, Harbiah Gani.

Terlihat juga hadir pejabat Dandim 0116, Nagan Raya, Letkol Kav Nanak Yuliana, Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto serta pejabat SKPK lainnya. (ibr/han)