Bupati Abdya, Akmal Ibrahim menyerahkan piala bergilir dari Camat Kuala Bate kepada Camat Blangpidie saat pembukaan MTQ, Minggu (17/3). RAHMAD/RAKYAT ACEH

BLANGPIDIE (RA) – Pemkab Abdya, menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII, tingkat kabupaten yang dilakukan secara besar-besaran. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu diadakan di Masjid Agung, Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, yang dimulai Jumat, 15 hingga 19 Maret 2019.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, pada pembukaan MTQ, Jumat (15/3) malam mengatakan, Alquran merupakan pedoman hidup bagi setiap ummat, sebab Alquran merupakan petunjuk arah manusia ke arah positif.

“Alquran merupakan sumber pedoman kita dalam kehidupan, sumber pedoman utama, sumber inspirasi dan pengetahuan, karena itu Alquran tidak akan pernah habis-habisnya kita bahas, kita kaji, sehingga dia dapat kita pahami dari segala sisinya,” katanya.

Akmal juga menyampaikan tradisi mempelajari Alquran yang terus berjalan hingga kini, dan berharap agar terus bersemangat untuk mengkaji dan memahami Alquran yang lebih mendalam lagi.

“Alhamdulillah, tradisi mempelajari Al-Qur’an terus hidup, kita berharap MTQ kali ini menjadi inspirasi, menjadi semangat kita untuk mengulang kaji lebih serius,” katanya.

Selain itu, orang nomor satu di Abdya ini yang juga orang pertama penggagas ide membangun Masjid Agung tersebut juga menyebutkan, bahwa pembangunan Masjid Agung sudah digunakan sekalipun pembangunan masjid belum selesai hingga seratus persen.

“Saya laporkan juga, Masjid Agung kita ini telah kita pakai, meskipun belum siap, tapi Insya Allah akhir tahun 2019 ini, Masjid Agung ini akan siap seratus persen, Insya Allah,” tuturnya.

Lanjutnya, Masjid Agung Abdya akan diperuntukkan untuk pelayanan yang berkaitan dengan masjid, hal ini dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis (UPTD) yang dijalankan oleh jabatan eselon tiga paling rendah. Serta segala kebutuhan anggaran di UPTD tersebut akan dibiayai melalui APBK Abdya.

Untuk membangun masjid bukanlah sesuatu beban yang sulit, namun yang susah itu adalah dalam hal memakmurkan masjid, sehingga pemerintah daerah Kabupaten Abdya perlu mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan kemakmuran masjid guna melakukan pengkajian tentang agama.

“Karena membangun masjid ini tidaklah sulit, tergantung keindahan saja, yang berat menurut saya adalah memakmurkannya, masjid seluas ini dan sebagus ini nantinya tidak hanya untuk dipakai salat berjamaah saja, tapi masjid ini kita harapkan dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan ummat,” kata Bupati Akmal.

Akmal Ibrahim berpesan bahwa pelaksanaan MTQ tersebut bukan sekedar memperlombakan pembacaan Alquran, akan tetapi lebih memahami isinya.

“MTQ ini bukan hanya lomba membaca Alquran, MTQ ini lebih kepada bagaimana kita bisa menikmati bacaan-bacaan Alquran yang indah dan benar, dan Alhamdulillah mungkin nanti akan ada kelanjutan-kelanjutan bagaimana kita bisa memahaminya,” pesan Akmal.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana MTQ tersebut, Amrizal, melaporkan jumlah peserta yang akan mengikuti lomba MTQ ke-VII dari sembilan kecamatan, tahun ini sebanyak 307 peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Amrizal merincikan peserta cabang yang akan diperlombakan yakni, Tilawah sebanyak 119 peserta, Hifzil Quran sebanyak 33 peserta, Fahmil Quran sebanyak 54 peserta, Syarhil Quran sebanyak 54 peserta, Khattil Quran sebanyak 41 peserta dan Musabaqah Menulis Makalah Alquran (MMQ) sebanyak 6 peserta.

Begitu halnya terhadap penentuan lokasi pelaksanaan musabaqah, untuk lomba cabang Tilawatil Quran diadakan di Arena Masjid Agung, Cabang Hifzil Quran di Masjid Al-Taqwa, Cabang Syarhil Quran di Masjid Al-Taqwa, Cabang Fahmil Quran di aula Bappeda Abdya, Khattil Quran di MAN Blangpidie dan cabang MMQ juga di MAN Blangpidie.

Selain dari pada itu, 36 para Dewan Hakim MTQ yang akan menjadi penilai para peserta lomba MTQ ke-IV, Kabupaten Abdya tahun 2019, telah dikukuhkan oleh Wabup Muslizar sebelum pembukaan dimulai. (mag-80/han)