Lima Pasangan Khalwat Dicambuk

Eksekusi cambuk dalam bingkai gatget warga yang antusias melihat penegakan syariat Islam. Pelaksanaan eksekusi digelar di halaman Masjid Baiturrahmah, Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu (20/3). (al amin/rakyat aceh)

Pengawasan Kost Harus Lebih Ketat

BANDA ACEH (RA) – Para pemilik rumah kost di Banda Aceh diminta lebih ketat untuk mengawasi mereka yang menjadi penghuni sementara di rumahnya. Pelaku tindakan jinayat, kebanyakan pendatang yang ngekost di ibukota Aceh ini.

Kepala Bidang Penegakan Syariah Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh Safriadi mengungkapkan, ini terbukti terhukum cambuk selalu warga dari luar kota Banda Aceh. Penangkapan juga banyak dilakukan di dalam rumah kos dan penginapan.

Menurutnya kemungkinan anak kos melakukan pelanggaran karena jauh dari pantauan orang tuanya, sehingga mereka bebas melakukan aktifitas.

“Memang banyak dari luar daerah. Karenanya kita minta pemilik kost harus lebih ketat mengawasi rumah sewa mereka.

Para keuchik dan warga juga kita imbau, bisa menjadi WH, mengawasi lingkungan mereka,” tukas Safriadi usai eksekusi cambuk lima pasangan non muhrim pelanggar hukum jinayat di halaman Masjid Baiturrahmah, Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Rabu (20/3).

Pantauan di lokasi, sebelum proses eksekusi berlangsung pada pukul 11.00 WIB, puluhan warga sekitar telah memadati lokasi. Petugas memasang pagar besi melingkari panggung tempat terdakwa menjalani hukuman.

Eksekusi yang disaksikan ratusan warga sempat dihentikan karena banyak anak ikut melihat pelaksanaan hukuman cambuk. Berdasarkan aturan, eksekusi cambuk dilaksanakan di hadapan orang banyak dengan usia di atas 18 tahun.

Jaksa eksekusi dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh berulang kali meminta anak-anak menjauh dari panggung eksekusi. Pelaksanaan hukuman cambuk akhir dilanjutkan setelah anak-anak tidak ada lagi.

Sebelumnya Asisten III Banda Aceh, Bachtiar mewakili Wali Kota dalam sambutannya menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh harus bersih dari maksiat.

“Pemko Banda punya komitmen kuat menegakkan hukum syariat Islam dalam bingkai Gemilang dalam bingkat Hukum Islam,” tukas Bachtiar.

Lebih lanjut data dihimpun Rakyat Aceh, para terhukum yang dicambuk yakni Muhammad Razi (25) dan Nur Yanti (23) keduanya mendapatkan hukuman sebanyak enam kali cambukan

Kemudian M Ikhwanda (23) warga Winda (22) dihukum masing-masing mendapatkan sebanyak 19 kali cambuk, Kamaruzzaman dan Syafii bersama Sukfida dihukum masing-masing sebanyak 22 kali cambuk.

Sedangkan Hendra Saputra (23) bersama Rafiqah dihukum sebanyak 19 kali cambuk, Rahmat Ilham (24) dihukum 20 kali cambuk dan Hfz (19) dihukum 19 kali cambuk. (min)