Situs Sejarah Atim Diincar Wisman

Rakyat Aceh

IDI (RA)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, kini terus mengandalkan tempat dan situs bersejarah yang memiliki daya tarik para wisatawan lokal dan mancanegara, seperti pemakaman, masjid, monumen, dan museum.

“Banyak tempat-tempat bersejarah yang bisa menjadi objek wisata didaerah ini,” kata Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib, melalui Asisten Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Usman A. Rachman, Rabu (20/3).

Untuk memikat pengunjung, Usman A. Rachman menilai Bidang Kebudayaan perlu melakukan pemugaran dan perawatan secara sempurna. Begitu juga dengan akses jalan ke lokasi perlu diaspal, karena rata-rata situs sejarah berada didaerah pedalaman.

“Situs sejarah yang dinilai memiliki daya tarik wisatawan perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, seperti jalan ke Makam Putroe Nurul ‘Ala di Kecamatan Ranto Peureulak,” tutur Usman A. Rachman.

Plt. Kepala Disdikbud Aceh Timur, Saiful Basri, melalui Kabid Kebudayaan Rahmadsyah, meminta dukungan penuh pemerintah setempat dalam memajukan sektor wisata sejarah dan sektor kebudayaan.

“Wisata dan budaya dapat dikalaborasikan menjadi satu, sehingga menjadi pemikat wisatawan,” katanya.

Menurut Rahmadsyah, disaat situs sejarah tersebut telah didukung sarana dan prasarana yang memadai, tentu akan menjadi incaran wisman dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunai Darussalam. Begitu juga dengan negara-negara lain yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) seperti Arab Saudi, Libya dan Maroko.

“Perlu diketahui Monisa adalah Monimen Islam Asia Tenggara. Islam itu masuk pertama kali ke Kabupaten Aceh Timur dan monumennya telah terbangun di Desa Paya Meuligoe, Kecamatan Peureulak. Muda-mudahan monisa ini bisa disempurnakan dengan harapan dua tahun mendatang akan sempurna dan menjadi objek wisata dunia,” pungkas Rahmadsyah. (Mol/msi)