T.Rifki Harsya Komisi I DPR RI Bela Negara dari Keluarga dan Lingkungan

Banda Aceh (RA) – Anggota DPR RI Komisi I Teuku Riefky Harsya mengatakan membangun bela negara wajib dimulai dari keluarga dan lingkungan.

Intinya adalah kita membangunnya dari hal kecil dahulu kemudian berlanjut ke insfrastruktur misalnya di darat seperti (jalan menuju desa, terowongan geurutee sudah dalam program- red), laut (perlu pelabuhan dan kapal penyeberangan) serta di udara (perluasan maupun perpanjangan bandara).

“Itu semua dalam rangka pemerataan ekonomi sehingga berkembang dan dapat berjalan dengan baik untuk masyarakat’, ujar Riefky dalam
Sosialisasi dan Evaluasi Kegiatan Bela Negara Lingkup Pendidikan Provinsi Aceh 2019”, di Banda Aceh, Kamis (21/3).

Menurutnya soal bela negara ini sudah tertuang dalam empat pilar kebangsaan yakni
UUD 45, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang merupakan konsensus bangsa kita jangan sampai terkoyak.

Karena itu berbicara bela negara bagi masyarakat Aceh saat ini adalah bagaimana membangun infrastruktur yang baik sehingga membangkitkan sektor ekonomi dan tidak korupsi.

Dan yang ketiga kata Riefky
masalah narkoba, dulu Aceh rangiking 5 tapi sekarang rangking 11 berdasarkan data dari BNNP Aceh.

Ini semua menjadu biaya kebutuhan dasar dan pembukaan lapangan pekerjaan merupakan salah satu harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah’, ujarnya.

“Saya berjuang melalui DPR RI dan masyarakat juga berjuang dengan kemampuan masing-masing mulai dari keluarga maupun lingkungan termasuk juga ulama,’ demikian Riefky

Sementara Direktur Bela Negara, Dirjen Potensi Pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Brigadir Jenderal TNI Tandyo Budi, mengatakan hoaks menjadi salah satu ancaman terhadap Negara Indonesia hingga sekarang.

“Oleh karena itu, berita bohong atau sering disebut hoaks yang masih berlangsung hingga sekarang perlu disikapi,” katanya.

Menurut Tandyo Budi, penurunan nilai Pancasila hingga saat ini, dapat terjadi dengan maraknya hoaks, fitnah, korupsi, perseteruan antar suku dan lain sebagainya.

Pihaknya menyampaikan program bela negara dinilai penting sebagai upaya untuk mempertahankan dan menumbuhkan kecintaan terhadap negara dari sejumlah ancaman kekinian.

Kadis Kominfo Aceh, Marwan Nusuf mengatakan salah satu program unggulan, kelompok informasi gampong dan bantu promosikan lewat online. Ada produk pertanian seperti kunyit di Lamteuba, Aceh Besar dan kerajinan anyaman tikar di Pidie.

Ini sudah berjalan dan banyak sudah meminta pembelian lewat link dan instagram bahkan sudah sampai keluar negeri. Perlu juga membentengi diri dan keluarga dari pengaruh dan budaya asing, kata Marwan

Dari BNNP Aceh diwakili Kabid P2M Ismardi SE MA dengan materi Bahaya Narkoba dan Penanggulangannya menghimbau apabila ada anak yang tiba-tiba anak-anaknya yg sudah terlanjur menjadi penyalahguna narkoba maka bawa ke BNN, untuk di rehabilitasi.

Sosialisasi ini berlangsung satyu hari diikuti hampir seratus peserta yang ada di ibukota provinsi Aceh. (*)