Sosialisasi Masif, KIP Banda Aceh Sasar Pemuda Subuh

Sosialisasi Pemilu, KIP Banda Aceh Sasar Pemuda Subuh, Sabtu (30/3). Foto IST

BANDA ACEH (RA)- Hari pencoblosan pemilu 2019 tinggal belasan hari lagi, berbagai kegiatan dilakukan KPU untuk menggaet pemilih strategis di daerahnya. Salah satunya adalah Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh, yang melakukan berbagai sosialisasi masif ke berbagai segmen masyarakat salah satunya adalah para jamaah pemuda subuh pada Sabtu (30/3).

Kegiatan yang dihadiri puluhan pemuda yang tergabung dalam gerakan pemuda shubuh (GPS) tersebut, dimulai dengan sholat subuh berjamaah di mesjid Al-Ikhlas Gp. Mulia, Banda Aceh, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi kepemiluan yang dipaparkan oleh Yusri Razali, Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KIP Banda Aceh yang bertempat di Mayor Kopi.

Yusri mengatakan, kegiatan sosialisasi masif dilakukan, mengingat hari pencoblosan tinggal menghitung hari lagi.

“Ini adalah strategi kita meningkatkan partisipasi pemilih menyasar segmen strategis salah satunya para pemilih muda di GPS, kita ajak Ngopi (Ngobrol Pemilu)”, jelas Yusri.

Di hadapan para peserta, Yusri selain memberikan edukasi tentang kepemiluan, Ia juga mengajak para pemuda subuh ikut mengawal dan menggunakan hak pilihnya dengan baik pada pemilu nanti.

“Sebuah perubahan besar itu dimulai dari sholat subuh, karena sholat subuh berjamaah ini merupakan pondasi kekuatan dan kebersamaan. Jadi, jika kita ingin membawa bangsa ke arah perubahan yang lebih baik, maka para pemuda subuh harus mulai sadar akan pemilu dan tidak memilih untuk golput,” jelas Yusri

Hal senada juga disampaikan koordinator GPS Irhamullah Elmasudy, ia turut mengapresiasi langkah KIP Banda Aceh yang menyasar para pemuda subuh untuk diberikan edukasi pemilu.

“Sosialisasi yang dilakukan KIP ini cukup kreatif dengan menyasar para pemuda jamaah subuh, kita juga banyak mendapat informasi terkait pemilu, apalagi pemilu mendatang ada lima jenis surat suara. Harapan kami pemilu mendatang menjadi pemilu yang bersih, jujur, dan bermartabat”, ujarnya.

Geliat sosialisasi yang dilakukan KIP Banda Aceh terbilang cukup masif dan kreatif. Ada puluhan kelompok segmen pemilih yang telah mendapat edukasi tentang pemilu, mulai dari para siswa, komunitas tionghoa, santri, mahasiswa, panti jompo, disabilitas, penyintas kanker, pemulung hingga para pemuda penggerak shubuh berjamaah di Banda Aceh.

“Hampir semua basis pemilih di kota Banda Aceh sudah kita sentuh, sekolah dan kampus-kampus di Banda Aceh secara keseluruhan telah kita datangi, beberapa waktu lalu kita juga ajarkan para pemulung tata cara mencoblos yang baik dan benar dan kedepan kita akan sentuh segmen nelayan,” papar Yusri.

Yusri menilai Banda Aceh merupakan barometer pelaksanaan pemilu di Aceh, oleh sebab itu KIP Banda Aceh berharap masifnya sosialisasi akan sejalan dengan peningkatan partisipasi pemilih 17 April mendatang.

“Harapan kita masyarakat banda aceh paham akan pentingnya pemilu dan mau menggunakan hak pilih mereka dengan baik dan benar di hari H, sehingga kita mampu mencapai legitimasi pemilu melalui target partisipasi pemilih 77,5 persen secara nasional, ” pungkas Yusri. (ra)