Ribuan Masyarakat Bersama Wisatawan Nikmati Pesta Akbar Kuah Beulangong

SABANG (RA) – Ribuan warga Sabang dan wisatawan nikmati pesta akbar Festival Kuah Beulangong di Jalan Diponegoro, Kota Sabang, Minggu (31/3).
Festival ini bagian dari kegiatan Kanduri Laot yang dimulai sejak Sabtu kemarin. Pantauan Harian Rakyat Aceh, acara yang dimulai sejak pukul 08:00 WIB, sudah ramai berkumpul warga dan wisatawan yang menyaksikan lomba masak kuah belangong sekaligus antri untuk bisa mencicipi kuliner khas Aceh itu.

 

Tampak seluruh peserta lomba berjejer disepanjang jalan dengan menyertakan perlengkapan masak, dan berbagai bahan yang akan dijadikan menu masak mereka.
Kegiatan ini diikuti 75 peserta yang terdiri dari rumah makan yang cukup terkenal dari seluruh Aceh, SKPD Sabang, PWI Sabang dan perangkat desa se-kota Sabang serta pihak lainnya.

 

Walikota Sabang Nazaruddin mengatakan, pihaknya ingin melestarikan masakan yang sudah melegenda ini. Tentunya, ingin memanjakan wisatawan yang sedang berkunjung ke Sabang.
“Kita juga ingin kegiatan ini sebagai upaya kita dalam melestarikan masakan tradisional Aceh, serta memperkenalkan masakan kuah beulangong kepada wisatawan lokal dan wisatawan manca
negara yang berkunjung ke Sabang,” kata Nazaruddin.

 

Bukan hanya itu, peserta juga akan memperebutkan hadiah Rp 72 juta ini, akan menjadi ajang bersejarah makan terbesar bagi masyarakat umum pertama kalinya di Kota Sabang.
Wisatawan juga bisa makan sepuasnya di festival ini, sembari menikmati pemandangan laut.
Sementara pada kesempatan itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, segera mendaftar agar Kuah Beulangong menjadi hak paten Pemerintah Kota Sabang.
Menurut Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham Republik Indonesia Dr Freddy Harris, SH, LLM, S.C.C.S kepada Wali Kota Nazaruddin dan Forkompimda, pergelaran tradisi Kuah Beulangong ini dapat menjadi tradisi hak paten Pemko Sabang.
“Dengan kegiatan yang dilaksanakan ini dipastikan Sabang akan terus maju dan berkembang terutama bidang pariwisata. Karena tradisi budaya kuliner khas Aceh dikembangkan oleh Pemko Sabang, yang notabenenya daerah tujuan wisata nasional dan internasional,” katanya.

 

Pulau Sabang memiliki potensi dan kekayaan alam yang luar biasa, maka jika dapat dipoles dengan baik Sabang akan setara dengan kawasan wisata lainnya yang di nusantara ini. Oleh sebab itu, tradisi Festival Kuah Beulangong yang telah menjadi agenda tahunan Pemko Sabang, perlu adanya promosi yang luas terutama di dunia internasional. Dengan promosi yang baik Kuah Beulangong akan menambah budaya baru pendukung wisata nusantara.

 

“Kita harapkan kepada Pemko Sabang untuk segara mendaftarkan ke Kenkumham, agar Kuah Beulangong menjadi masakan Kota Sabang dan kami dari Kemenkumham siap membantu,” katanya.(han)