BKKBN Aceh Singkronisasi DAK Sub Bidang KB

Rapat fasilitasi singkronisasi perencanaan DAK Sub Bidang KB (termasuk Fasilitasi E-Planning DAK) tingkat kabupaten/kota di Bener Meriah, Selasa lalu (2/4). Ist/Rakyat Aceh

BANDA ACEH (RA) – Alokasi pagu Dana Alokasi Khusus Keluarga Berencana (DAK Sub Bidang KB) di Aceh terus mengalami peningkatan sejak 2008 hingga 2019, baik dari anggaran maupun jumlah kabupaten/kota sasarannya.

Tahun ini DAK Sub bidang KB utk Bantuan Operasional KB di Aceh sebesar Rp98,8 miliar dan untuk fisik sebesar 25,8 miliar. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Sahidal Kastri, Kamis (4/4) usai dari kunjungan kerja ke Aceh Tengah dan Bener Meriah beberapa waktu lalu mengatakan, dengan jumlah DAK sebesar Rp124,6 miliar tersebut, maka BKKBN melakukan Fasilitasi Singkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB (termasuk Fasilitasi E-Planning DAK) tingkat kabupaten/kota di 16 kabupaten/kota di Aceh.
Dari 16 kabupaten/kota yang sudah difasilitasi yaitu Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie, Pidie Jaya, Abdya dan Nagan Raya.

Sementara kabupaten/kota yang belum difasilitasi yaitu Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur dan Aceh Selatan.

“Ini dilakukan, agar DAK Sub Bidang KB bisa terealisasi sesuai target. Untuk itu perlu dilakukan singkronisasi pengelolaan DAK di daerah,” kata Sahidal.

Lanjutnya, pengunaan dana DAK Sub Bidang KB jangan sampai pencapaian realisasi rendah dan capaian sasaran tidak tepat. Tahun lalu, sebut Sahidal ada enam kabupaten/kota yang realisasi rendah yaitu, Bireuen, Aceh Singkil, Simeulue, Subulussalam, Nagan Raya dan Langsa.

Perwakilan BKKBN Aceh menurunkan timnya dari Bidang Sekretariat dengan materi “Harmonisasi dan Sinkronisasi Urusan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Evaluasi Pelaksanaan DAK Sub Bidang KB Tahun 2018 Provinsi Aceh” yang disampaikan oleh Sekretaris, Husni Thamrin, “Mekanisme Pelaksanaan DAK Sub Bidang KB Tahun 2019” oleh Kubbag Perencanaan, Dini Ramadini, dan “Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan DAK Sub Bidang KB” oleh Kasubbag Keuangan dan BMN,
Nita Afrida.

Sekretaris, Husni Thamrin menambahkan, tujuan Fasilitasi Singkronisasi Perencanaan DAK Sub Bidang KB yang dilakukan di 16 kabupaten/kota di Aceh adalah untuk adanya harmonisasi dan singkronisasi dari mulai tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi DAK Sub Bidang KB di kabupaten/kota.

“Kegiatan fasilitasi ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan membangun sinergi dalam pengelolaan DAK Sub Bidang KB Tahun Anggaran 2019, juga sebagai forum evaluasi bersama dan sekaligus untuk Pelaksanaan Anggaran Tahun 2019 yang lebih baik,” ujar Husni Thamrin.

Beberapa waktu lalu, Plt Kepala OPd KB Bener Meriah, Khasniar BA mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan ini dilakukan. Karena menurutnya dengan DAK Sub Bidang KB sebesar Rp3.457.535.000,- dengan DAK fisik sebesar Rp1.197.356.000,- diharapkan bisa terealisasi sesuai target yaitu 100 persen.

“Paling tidak semua peserta yang hadir, baik dari keuangan, Bappeda dan perencanaan di OPD KB dapat melakukan pengelolaan DAK dengan baik dan tepat sasaran, sehingga anggaran yang ada bisa terealisasi 100 persen,” ujarnya. (ril/bai)