Gubernur Aceh Di Vonis 7 Tahun Penjara

JAKARTA (RA)- Gubernur Aceh (nonaktif) Irwandi Yusuf akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (8/4). Irwandi dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan terkait kasus suap dan gratifikasi. Selain hukuman pokok, hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama tiga tahun.
Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Saifuddin Zuhri dalam amar putusannya menyebut Irwandi terbukti menerima suap Rp 1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi berkaitan dengan program pembangunan yang bersumber dari dana alokasi khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Dalam kasus ini, Ahmadi telah divonis tiga tahun penjara.
”Menyatakan terdakwa Irwandi Yusuf telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” kata Zuhri di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sidang putusan itu berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Yakni dimulai pukul 19.30 hingga 22.30.
Vonis hakim lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, jaksa menuntut hakim menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Jaksa meyakini Irwandi terbukti menerima suap dari Ahmadi melalui orang kepercayaan Irwandi, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.
Dalam putusan kemarin, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful juga divonis bersalah oleh hakim. Yuzal divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara Teuku Saiful dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan. Hakim meyakini dua orang kepercayaan itu adalah perantara suap.
Selain suap, hakim menyebut Irwandi telah menerima gratifikasi sebesar Rp 8,717 miliar. Penerimaan itu diyakini bersumber dari commitment fee proyek di Aceh. Fee itu diberikan karena berkaitan dengan jabatan Irwandi sebagai gubernur Aceh periode 2007-2012 dan 2017-2022. Nilai gratifikasi yang disebut hakim jauh dari tuntutan jaksa, yakni sebesar Rp 41,7 miliar. (tyo/ra)