RSUDZA Kini Punya Rumah Singgah

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan rumah singgah milik Rumah Sakit Umum dr Zaonal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. FOTO SULAIMAN MUHAMMAD

BANDA ACEH (RA) -Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meresmikan rumah singgah milik Rumah Sakit Umum dr Zaonal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Bangunan dua lantai berada di belakang komplek rumah sakit milik Pemerintah Aceh ini bisa menjadi pilihan terbaik bagi pasien dan keluarga pasien luar kota yang kesulitan mendapatkan penginapan.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti rumah singgah oleh Plt Gubernur Aceh didampingi Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICSDr, Kamis (11/4). Nova Iriansyah menyambut baik inovasi pelayanan dihadirkan manajemen RSUDZA.

Untuk pengelolaan rumah singgah, Plt Gubernur Aceh meminta Direktur RSUDZA bersama jajaran manajemen untuk menghadirkan konsep melayani. “Kita tidak ingin menambah kesedihan keluarga pasien yang keluarganya sedang sakit,” kata Nova Iriansyah.

Pemerintah Aceh, kata Nova sanga mendukung kehadiran rumah singgah. Dungan diberikan kedepan, salah satunya dengan mengalokasikan pendanaan untuk konsumsi. “Kita efesiensikan hal lain untuk kita alokasikan untuk rumah singgah dan RSUDZA,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Nova juga menyampaikan bahwa dirinya mengerti betul bagaimana beratnya mengelola RSUDZA yang setiap hari melayani pasien, untuk pasien rawat jalan saja mencapai 1000 orang. Ini bukan pekerjaan mudah. Pengelolaan sudah baik, tidak mungkin sampai zero komplain, itu pasti ada. Namun bagaimana saat ada komplain dapat segera direspon agar tidak merebak menjadi besar.

Maka itulah, Nova meminta RSUDZA untuk untuk lebih baik lagi dalam merespon setiap keluhan masyarakat, dengan melihat hal kecil lebih cermat lagi. “Saran usul masyarakat harus direspon dengan baik, harus membuka diri lagi, walaupun sebenarnya usul dan saran sudah dari dulu diakomodir, hadirkan format untuk menampung keluhan dan saran dengan lebih inovatif lagi,” pinta Nova.

Lebih lanjut Nova juga juga berpesan kepada manajemen dan pegawai rumah sakit untuk selalu menghadirkan konsep melayani, rubah kultur yang tidak baik. Kinerja manajemen bisa menjadi simbol kinerja sebuah rumah sakit.

Sementara Direktur RSUDZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICSDr dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya bersama jajaran manajemen sudah sangat lama menanti kehadiran rumah singgah. Kehadirannya dapat menjadi solusi bagi keluarga pasien. Kalau melihat lingkungan RZ Zainal Abidin masih banyak sudut – sudut saudara – saudara – saudara kita yang dari daerah tidur di seputaran ruang rawat.

Ketika kita minta jangan tidur di seputaran rumah sakit, kita mendapatkan jawaban yang begitu menyentuh, mereka tidak tahu mau menginap dimana. “Ini bukan membangun rumah singgah yang baru namun merehab bangunan yang memang sudah lama tidak terpakai, kita usulkan pembiayaan melalui APBA, pada tahun 2018 dapat dipenuhi dan direalisasikan,” kata dr Azhar.

Total pembiayaan rumah singgah, kata dr Azhar adalah Rp2,3 miliar yang terdiri Rp1,5 miliar lebih untuk merehab fisik, kemudian Rp 744 juta untuk mobiler dan punya satu unit mobil baru untuk keperluan tranportasi baik di seputaran rumah sakit dan lain yang menyangkut dengan kepentingan rumah singgah,” Dana 2,3 miliar dari APBN dapat termanfaatkan secara maksimal untuk rumah singgah, kami menyebutnya rumah singgah ini adalah rumah berkah, karena membuat empati kita muncul, membuat rasa kemanusiaan kita muncul. Semoga kehadirannya dapat dimanfaatkan secara masimal,” demikian ujar dr Azharuddin. (slm)