Belasan Pemuda Obrak-abrik Warung

BERANTAKAN : Warung nasi siang malam berantakan setelah diobrak-abrik belasan pemuda yang mengamuk, Minggu (21/4). Mashuri/rakyat aceh

Tuding Pendatang Money Politik

REDELONG (RA) – Belasan pemuda belasan pemuda mengamuk dan mengobrak-abrik sejumlah warung nasi dan kios kelontong di Kampung Pante Raya Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, Minggu (21/4) kemarin.

Perusakan tersebut diperkirakan dipicu akibat sejumlah pedagang diduga tidak memiliki surat ijin domisili padahal sudah tinggal lebih dari 1 tahun di desa tersebut.

Emosinal para pemuda ini semakin memuncak ketika mayoritas pendatang ikut terlibat money politik atau politik uang yakni menjadi Tim Sukses dengan mengarahkan masyarakat setempat memilih salah satu calon legislatif DPRK dan memberikan uang untuk memilih calon tersebut.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli dikonfirmasi Rakyat Aceh Senin (22/4) membenarkan perusakan terhadap warung dan kios kelontong pedagang yang terjadi sekitar pukul 10: 15 WIB.

Disebutkanya, sekitar 15 pemuda mendatangi warung dan kios dan langsung melakukan perusakan serta menganiaya beberapa orang pekerja toko dengan anarkis di delapan kede dan kios kelontong.

Ia menambahkan sekitar pukul sekira 10.41 WIB pihak kemanana Polri dan TNI serta anggota Bromob Kompi 3/B Plopor tiba di lokasi kejadian dan langsung melerai sekelompok masa pemuda mengobrak-abrik warung dan kios.

Selanjutnya, kata Kapolres, Forkopimcam melakukan mediasi dengan warga di Kafe Ari Keriting. Mediasi dihadiri, Kabag Ops Polres Bener Meriah Kompol Maryono Komisioner Panwaslih Bener Meriah Surahman S.Pdi dan 50 pemuda Panteraya.

Dalam mediasi tersebut, masyarakat Kampung Pante Raya dan pemuda mengaku sudah memberikan teguran terkait surat ijin domisili para pendatang. Karean mereka telah setahun menetap disarankan mengurus surat ijin tinggal dan memiliki KTP namun tak diindahkan.

Disebutkanya, masyarakat setempat juga mengaku ingin dihargai pendatang dan dalam kegiatan apa pun agar ikut serta, berbaur dengan masyarakat setempat.

“Pemuda setempat juga tidak terima terkait adanya salah satu TS (Tim Sukses) yang merupakan masyarakat pendatang untuk memberikan uang dan mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu Caleg DPRK Bener Meriah,” sebutnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Camat Wih Pesam Iwan Pasha dalam mediasi tersebut mengaku telah menerima keluhan dari Pemuda dan ia menyampaikan, Permasalahan ini akan dimusyawarahkan bersama Porkopimcam Wih Pesam.

“Kita berharap dengan kejadian ini tidak menjadi menjadi bola liar yang akan disalah artikan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab terlebih -lebih ini masih dalam tahapan pemilu Tahun 2019” tegas Iwan Pasa.

Ia juga memerintahakan, agar aparat Kampung Wih Pesam segera mendata seluruh masyarakat yang tidak mempunyai surat ijin domisili, baik itu KTP atau surat ijin lainya. ”Terkait permasalahan politik kami selaku aparat kecamatan tidak memiliki ranah,” ujarnya
Pihaknya menyebutkan, akan lebih fokus terhadap permasalahan masyarakat yang tidak memiliki surat ijin tinggal dan belum memiliki KTP.

Sementara itu, anggota Panwaslih Bener Meriah Surahman S.Pdi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, jika ditemukan adannya pelangaran atau kecurangan agar menyampaikan secara tertulis kepada panwaslih terkait adanya dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di KampungWih Pesam.

Ia menegaskan, pihakanya atas nama Panwaslih Bener Meriah akan memperoses terkait pelanggaran tersebut. “Jika memenuhi sayarat akan diproses secara hukum” sebutnya. (uri/min)